KEPAHIANG, BE - Sekdakab Kepahiang Drs H Hazairin A Kadir MM dan Ketua Komisi I DPRD Kepahiang H Bambang Purnomo ST MT melakukan pemantauan pelaksanaan Ujian Nasional (UN) hari pertama tingkat SMA/SMK di Kepahiang. Pemantauan UN ini dilakukan di SMKN 2 Kepahiang, SMAN 1 Kepahiang, SMAN 1 Tebat Karai dan SMAN 1 Bermani Ilir. Tercatat sebanyak 17 siswa batal mengikuti pelaksanaan UN tahun 2014 di Kepahiang dengan rincian 16 siswa dinyatakan drop out (DO) dan 1 siswa sakit. \"Dalam pelaksanaan UN tahun ini kita harapkan persentase kelulusan siswa bisa 100 persen, walaupun ada yang sakit nanti kan bisa ikut ujian susulan,\" ujar Sekda saat memantau pelaksanaan UN di SMKN 2 Kepahiang kemarin. Dikatakannya, dengan kelulusan 100 persen, artinya masing-masing siswa bisa menempuh jenjang pendidikan keperguruan tinggi. Dengan demikian akan banyak masyarakat pengenyam gelar sarjana nantinya di Kepahiang. \"Dengan tingkat kelulusan yang tinggi dapat menjadi indikator kemajuan pendidikan kita saat ini,\" jelasnya. Ditambahkan Ketua Komisi I DPRD Kepahiang H Bambang Purnomo ST MT menyampaikan jika untuk di Kepahiang anggaran pendidikan sudah diatas 20 persen saat ini. Menurutnya dengan tingginya anggaran ini artinya baik Pemkab dan DPRD Kepahiang sudah menyisihkan anggaran pendidikan sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku. \"Harapan kita pelaksanaan UN saat ini bisa berjalan dengan lancar dan juga tentunya para siswa dapat mengisi seluruh lembar jawaban UN dengan baik,\" tambahnya. Sementara Kadis Dikpora Kepahiang Mansori SH MH melalui Kabid Dikmen Riswo SPd menyampaikan sebanyak 16 siswa yang dinyatakan DO oleh pihak sekolah, lantaran mereka rata-rata diketahui sudah menikah, dan beberapa diantaranya lagi karena mengundurkan diri dari sekolah. \"Namun 16 siswa yang sudah dinyatakan DO itu dan dipastikan tidak akan lulus UN masih terdaftar sebagai peserta UN,\" ungkap Riswo. Dikatakannya, ke 16 siswa yang dimaksud tidak akan mempengaruhi persentase kelulusan UN di Kabupaten Kepahiang. Karena perhitungan persentase kelulusan bagi siswa yang hadir. \"Tidak berpengaruh sama sekali terhadap persentase kelulusan dengan ketidakhadiran 16 orang siswa itu. Jadi yang dihitung persentase kelulusannya nanti hanya siswa yang hadir UN,\" jelasnya. Menurutnya, 17 siswa yang tidak hadir itu terdiri dari 11 siswa SMK, dengan rincian 10 siswa DO dan 1 siswa dinyatakan sakit. Sedangkan 6 lainnya merupakan siswa SMA/MA. \"Untuk siswa yang sakit yakni siswa dari SMKN 1 Ujan Mas yang mengalami kecelakaan lalulintas beberapa waktu lalu. Masih kita berikan kesempatan kepada yang bersangkutan untuk mengikuti UN susulan,\" tegasnya. Sekedar mengingatkan, jumlah peserta UN tingkat SMA/MA/SMK sebanyak 1583 siswa, meliputi peserta SMA 687 orang, MA 341 orang, dan SMK 555 orang. (505)
16 Siswa Drop Out
Selasa 15-04-2014,15:30 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Sabtu 18-04-2026,17:50 WIB
Tarik Tunai BRI Tanpa Kartu Makin Mudah, Ini Cara Praktis Lewat BRImo
Sabtu 18-04-2026,15:38 WIB
Egrek Sentuh Kabel PLN, Pemuda di Seluma Meninggal di TKP
Sabtu 18-04-2026,15:18 WIB
Bank Bengkulu Bawa Event Nasional ke Daerah, Undian Simpeda Agustus 2026 Digelar di Bengkulu
Sabtu 18-04-2026,14:56 WIB
Wali Kota Bengkulu Ikut Berhaji, Persiapan Keberangkatan Jemaah 2026 Capai Tahap Akhir
Sabtu 18-04-2026,15:47 WIB
Bengkulu di Ring of Fire, Masyarakat Didorong Mandiri Hadapi Bencana
Terkini
Sabtu 18-04-2026,17:56 WIB
Rahasia Hidup Bahagia, Mulai dari Bersyukur hingga Jaga Kesehatan Mental
Sabtu 18-04-2026,17:50 WIB
Tarik Tunai BRI Tanpa Kartu Makin Mudah, Ini Cara Praktis Lewat BRImo
Sabtu 18-04-2026,17:38 WIB
Ciptakan Suasana Kerja Nyaman, Ini Strategi Tingkatkan Produktivitas Karyawan
Sabtu 18-04-2026,16:41 WIB
Pemkot Bengkulu Ajak Komunitas Drone dan Fotografi Ramaikan Karnaval Batik Besurek 2026
Sabtu 18-04-2026,15:47 WIB