MUKOMUKO, BE - Usia Kabupaten Mukomuko telah menginjak 11 tahun. Pembangunan dilakukan dan terlihat kemajuan yang sangat pesat. Hanya saja, Kabupaten Mukomuko, belum mampu memproduksi beras asli dari “ kapuang sakti ratau batuah” tersebut. Padahal produksi padi didaerah itu cukup melimpah. “ Seharusnya Pemda Mukomuko sudah ada solusi dan telah mampu untuk memproduksi gabah menjadi beras,” kata salah seorang petani padi sawah sekaligus Ketua Karang Taruna Desa Lubuk Sanai Induk Kecamatan XIV Koto, Djalaluddin SE. Kenyataan di lapangan, produksi gabah yang melimpah itudibawa keluar daerah melalui para toke beras, yang langsung membeli ditempat. Hal itu dikarenakan para toke itu mampu memberikan modal dasar kepada petani. \"Setelah panen, gabah milik petani langsung dibawa ke luar daerah dengan harga yang lumayan tinggi,\" jelasnya. Ia mencontohkan, dalam satu hektar sawah, toke itu berani memberikan modal dasar mencapai jutaan rupiah kepada petani. Uang itu dipergunakan untuk persiapan lahan hingga panen. Pada saat panen, petani padi mengembalikan modal awal itu sekaligus menjual hasil gabahnya ke toke yang bersangkutan. “ Inilah salah satu solusi yang harus diambil oleh pemerintah, dan bisa dikelola oleh badan usaha milik daerah. Apabila perlu terbitkan Perbup hingga di Perda kan. Supaya gabah yang diproduksi menjadi beras di daerah ini,” sarannya. Rata – rata hasil produksi gabah mencapai 4 hingga 8 ton/ hektar. Selama ini gabah yang dijual keluar daerah dan kembali lagi ke Mukomuko, sudah menjadi beras. Beras yang dinikmati masyarakat tersebut merupakan produksi dari luar daerah. “ Saya optimis pemerintah mampu supaya gabah langsung diproduksi menjadi beras. Tinggal lagi bagaimana perencanaan yang baik. Ini dikarenakan Kabupaten Mukomuko adalah salah satu lumbung padi terbesar diwilayah Provinsi Bengkulu,” demikian Djalal. (900)
Mukomuko Belum Mampu Produksi Beras
Sabtu 29-03-2014,18:40 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Minggu 22-03-2026,14:54 WIB
Geliat Roda Ekonomi di Balik Arus Mudik: Antara Tradisi dan Potensi Kebijakan “Gerak Bersama"
Minggu 22-03-2026,15:25 WIB
Pawai Obor Terangi Kota Manna
Minggu 22-03-2026,14:56 WIB
Warga Membludak, Yasinan Massal di TPU Gunung Selan Kian Semarak
Minggu 22-03-2026,15:07 WIB
Puncak Arus Balik Diprediksi Terjadi pada 24 sampai 29 Maret 2026
Minggu 22-03-2026,15:22 WIB
Kebakaran Hebohkan Warga di Kebun Keling Bengkulu, Rumah dan PAUD Ludes Dilalap Api
Terkini
Minggu 22-03-2026,17:43 WIB
Garuda Indonesia Hentikan Operasional di Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu
Minggu 22-03-2026,17:09 WIB
Propam Polda Bengkulu Ingatkan Anggota Jaga Disiplin dan Maksimalkan Pelayanan ke Masyarakat
Minggu 22-03-2026,17:06 WIB
Akui Kesalahan Terdakwa Kasus Koripso Batubara Siap Kembalikan KN Rp159 M
Minggu 22-03-2026,17:02 WIB
Pemerintah Pastikan Haji 2026 Aman, CJH Bengkulu Diminta Tak Terpengaruh Isu Global
Minggu 22-03-2026,16:59 WIB