JAKARTA - Peta elektabilitas capres tidak pernah berubah. Lagi-lagi nama Joko Widodo alias Jokowi menempati posisi teratas. Dalam survei Pusat Data Bersatu (PDB), elektabilitas Gubernur DKI Jakarta itu menempati posisi puncak mencapai 28 persen. Kemudian disusul Prabowo Subianto dengan angka 10,7 persen, Jusuf Kalla 4,2 persen, Dahlan Iskan 3,7 persen, dan Mahfud MD 3,3 persen. \"Calon presiden yang menonjol di masyarakat sampai saat ini adalah Jokowi. Sedangkan elektabilitas calon presiden lainnya jauh tertinggal,\" kata Chairman PDB Didik J Rachbini di Jakarta, kemarin (17/1). Menurutnya, capres-capres lain sulit menandingi elektabilitas Jokowi. \"Jika pilpres diadakan hari ini, maka dapat dipastikan Jokowi terpilih menjadi presiden,\" ujar Didik J Rachbini. Meski elektabilitas Jokowi tinggi, dalam survei tersebut diketahui bahwa popularitas mantan Wali Kota Solo itu ternyata masih kalah dari Rhoma Irama dan Megawati Soekarnoputri. Meski demikian, tingkat kepopuleran, tegas Didik, tidak menentukan elektabilitas capres. Survei tersebut dilakukan dengan cara wawancara melalui telepon atau telepolling kepada 1.200 responden dari 11 kota dalam rentang waktu 4-8 Januari 2014. Responden dipilih secara acak sistematis dengan margin of error kurang lebih 2,8 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Kemudian dalam survei cawapres, nama Ahok berhasil mengalahkan politisi senior lain yang telah digadang-gadang sebelumnya. Bahkan mantan Wapres Jusuf Kalla hanya mendapat 5,3 persen suara atau berada satu peringkat di bawah Ahok. Peringkat selanjutnya, diikuti oleh mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD (3,4 persen), Menteri Perdagangan Gita Wirjawan (3,0 persen), dan Menko Perekonomian Hatta Rajasa (1,9 persen). Meski demikian, lanjut Didik, dalam survei tersebut nama Ahok tidak dipasangkan dengan Jokowi. Alasannya, Ahok tidak dimungkinkan mengingat DKI Jakarta tidak bisa begitu saja ditinggalkan oleh kedua pemimpinnya jika keduanya kompak maju sebagai pasangan capres-cawapres. \"Kami dari tim peneliti merumuskan kemungkinan pasangan capres-cawapres yang sangat mungkin akan muncul dalam peta politik 2014 ini,\" kata Didik. Hasilnya, lanjut Didik, berdasarkan survei pasangan Jokowi-JK keluar sebagai pasangan capres-cawapres yang paling dikehendaki publik dengan perolehan suara 17,4 persen. Disusul oleh pasangan Jokowi-Hatta Rajasa sebesar 6,2 persen. Soal peta partai yang akan mengungguli pemilu legislatif pada Pemilu 2014 terjadi persaingan pada partai besar dan menengah. \"Pada partai besar terjadi perubahan mendasar dimana partai berkuasa mengalami penurunan yang signifikan,\" terangnya. Dia mengungkapkan, Partai Demokrat sebagai lokomotif koalisi pemenang Pemilu 2009 semakin menurun karena kasus korupsi dan konflik internal. Sebaliknya, dalam kondisi tersebut, lanjut Didik, partai yang menempatkan dirinya sebagai oposisi akan mendapat angin buritan yang positif menaikan elektabilitas partai. (jpnn)
Ahok Masuk Unggulan Cawapres
Sabtu 18-01-2014,13:00 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Rabu 29-07-2026,15:26 WIB
Sidang PT RSM, Saksi Ahli Nilai Pertanggungjawaban Melekat pada Perusahaan
Rabu 29-07-2026,14:40 WIB
Tax Ratio Bengkulu Turun, DJP Bidik Perusahaan Sawit yang Terdaftar di Luar Daerah
Rabu 29-07-2026,15:06 WIB
Pledoi Latifa Tusa'diah: Klaim Mengalami Tekanan, Akui Ambil Uang, dan Mohon Keringanan Hukuman
Rabu 29-07-2026,15:21 WIB
Herwan Antoni Ingatkan ASN: Hentikan Budaya Absen, Ngopi, dan TikTok di Jam Kerja
Terkini
Rabu 29-07-2026,15:28 WIB
Pemkot Bengkulu Optimalkan Dana BOSP Rp60 Miliar Demi Pendidikan Berkualitas
Rabu 29-07-2026,15:26 WIB
Sidang PT RSM, Saksi Ahli Nilai Pertanggungjawaban Melekat pada Perusahaan
Rabu 29-07-2026,15:24 WIB
Tepis Isu Kelangkaan, Kemenag Mukomuko Garansi Pelayanan Buku Nikah di Seluruh KUA Lancar
Rabu 29-07-2026,15:23 WIB
Tutup Celah Penyelewengan Dana BOS Madrasah, Kemenag Mukomuko Gandeng Jaksa
Rabu 29-07-2026,15:21 WIB