JAKARTA - Urusan transportasi jamaah haji menuntut pembenahan. Sabtu malam waktu Arab Saudi, dikabarkan ada satu unit bus yang mengangkut jamaah dari kota Makkah menuju Madinah mengalami ban pecah. Untungnya tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan ini. Kecelakaan tunggal bus bernama Abu Sarhad ini terjadi sekitar 140 km sebelum masuk Madinah. Bus ini mengankut puluhan jamaah haji dari kloter 60 embarkasi Jakarta. Karena sebelumnya melaju kencang, bus ini sempat akan terguling ketika ban kanan-belakangnya pecah. Sekretaris Jenderal Kementerian Agama (Sekjen Kemenag) Bahrul Hayat saat dihubungi kemarin mengatakan, seluruh aspek pelayanan jamaah akan dievaluasi setelah seluruh jamaah haji pulang ke tanah air. \"Termasuk juga soal transportasi,\" tutur dia. Terkait urusan sejumlah kecelakaan yang melibatkan transportasi jamaah haji Indonesia di Arab Saudi, Bahrul mengatakan itu sudah dikomunikasi dengan pihak naqobah atau organda. Naqobah ini merupakan pihak yang bertanggung jawab terhadap penyediaan bus atau transportasi lain selama jamaah haji Indonesia di Arab Saudi. \"Jika banyak kecelakaan, ya kita nanti evaluasinya akan berikan tanda merah,\" ujar Bahrul. Dengan tanda tersebut, berarti pihak naqobah harus menyiapkan transportasi yang bagus untuk musim haji tahun depan. Jika mereka tidak bisa memenuhi standar layanan minimum transportasi, maka pemerintah Indonesia siap menjalankan opsi lain untuk urusan transportasi itu. Diantaranya adalah menyewa transportasi milik swasta yang bagus layanannya, meskipun bandrol sewanya lebih mahal. Namun meski sempat ada sejumlah insiden transportasi, Bahrul mengatakan secara keseluruhan layanan transportasi lokal di Arab Saudi berjalan lancar. Dia mengatakan sudah tidak terdengar lagi kasus banyak bus mogok karena usianya sudah tua. Perhatian lain yang mendesak untuk dibenahi adalah urusan katering. Bahrul membenarkan jika ada sejumlah pihak meminta mereka untuk merubah sistem pemberian konsumsi selama jamaah ada di Arafah, Mudzalifah, dan Mina (Armina). Dia mengatakan pada tahun ini pemerintah mengkolaborasi sistem pemberian katering. Yaitu mencampur antara sistem prasmanan dengan sistem boks atau kotakan. \"Sejumlah pihak meminta semuanya model boks saja,\" kata dia. Terkait desakan ini, akan diputuskan segera setelah ada pertemuan khusus di Kemenag soal evaluasi haji 2012 secara menyeluruh. Rencananya evaluasi ini akan digeber pada Desember depan. Selanjutnya evaluasi puncak akan dilanjutkan pada Maret dan April tahun depan. Evaluasi puncak ini sekaligus mengambil langkah taktis untuk musim haji 2013. (wan)
Bus Jamaah Haji Kembali Alami Kecelakaan
Senin 12-11-2012,10:51 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Jumat 05-06-2026,14:02 WIB
Pemkab Siapkan Perayaan HUT ke-67 Bengkulu Utara, Festival Budaya hingga Artis Ibu Kota Meriahkan Juli
Jumat 05-06-2026,15:07 WIB
Makin Kece dan Praktis, Astra Motor Bengkulu Ajak Konsumen Rasakan Sensasi Berkendara Bersama Genio
Jumat 05-06-2026,10:36 WIB
Pendaftaran Dibuka, AHM Best Student Ajak Pelajar Ubah Ide Jadi Inovasi untuk Negeri
Jumat 05-06-2026,11:19 WIB
AHM Best Student 2026 Tantang Pelajar Hadirkan Solusi Kreatif Berbasis SDGs
Jumat 05-06-2026,13:57 WIB
Potensi PAD Bengkulu Bocor, DPRD Soroti Perusahaan Gunakan BBM dari Luar Daerah
Terkini
Jumat 05-06-2026,16:53 WIB
Korupsi DAK Pertanian Kaur Rugikan Negara Rp2,8 Miliar, Eks Kadis Divonis 3 Tahun
Jumat 05-06-2026,16:50 WIB
Dilaporkan dalam Kasus Arisan Cair dan Dapin, Nike Chahyandarie Akhirnya Buka Suara
Jumat 05-06-2026,15:14 WIB
Pemkot Bengkulu Evakuasi Lansia Terlantar, Pak Tajudin Segera Ditempatkan di Panti Jompo
Jumat 05-06-2026,15:07 WIB
Makin Kece dan Praktis, Astra Motor Bengkulu Ajak Konsumen Rasakan Sensasi Berkendara Bersama Genio
Jumat 05-06-2026,14:49 WIB