JAKARTA - Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Arif Wibowo menegaskan Komisi Pemilihan Umum (KPU) tidak bisa memaksakan penetapan Daftar pemilih Tetap (DPT) 4 November mendatang, karena masih ada puluhan juta daftar pemilih yang tak valid \"Banyak data pemilih yang invalid. Kalau valid tidak bisa dipaksakan,\" kata Arif menjawab JPNN, Minggu (3/11). Menurut politikus PDI Perjuangan itu, Kementerian Dalam Negeri memang sudah menyatakan tidak sanggup memberikan Nomor Induk Kependudukan (NIK) kepada 10 juta lebih data pemilih yang dimintakan oleh KPU akhir September 2013. Adanya persoalan data pemilih, kata Arif, tak terlepas dari kesalahan KPU dalam melakukan verifikasi DPT. Sebab, KPU tidak menggunakan DP4 yang diberikan oleh Kemendagri. Padahal DP4 tersebut datanya cukup lengkap. \"Dalam pemutakhiran data pemilih pemilu tidak berbasiskan DP4, makanya berantakan. Mereka (KPU) bilang basisnya DP4 untuk pilkada daerah,\" ungkap Arif. Masalahnya, lanjut dia, DP4 pilkada tidak punya perbedaan syarat dan ketentuan hukum dengan data pemilih untuk pemilu. Di mana, data pemilih pilkada tidak membutuhkan 5 syarat sahnya data pemilih, yakni nama, tanggal lahir, jenis kelamin, alamat lengkap dan NIK (Nomor Induk Kependuduk. \"Nah, kalau DP4 Pilkada itu ada nama dan NIK saja sudah cukup. Jadi masalah itu yang terbesar, disamping pemilih fiktif, ganda, NIK orang dipakai orang lain,\" jelas Arif. Karena itu, dia meminta KPU, Bawaslu dan Kemendagri bersama-sama turun ke lapanga, terutama ke daerah-daerah yang data pemilih bermasalahnya cukup banyak. Setelah itu lakukan perbaikan pada data bermasalah tersebut. \"Pengecekan ke lapangan di samping menguji akurasi, juga dilakukan KPU, Bawaslu, Kemendagri. Terakhir dibicarakan supaya ada keyakinan bahwa tidak ada masalah. Kalau ada ditrust kan bahaya,\" tegasnya. Dia juga menilai perbaikan dengan turun ke lapangan melebihi tanggal 4 November tidak akan mengganggu pencetakan logistik. Sebaliknya akan menjadi masalah bila data pemilih bermasalah tetap dibiarkan, karena bisa mmebuka peluang penggelembungan suara saat pemilu.(Fat/jpnn)
Jadwal Penetapan DPT tak Bisa Dipaksakan
Minggu 03-11-2013,18:44 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Senin 19-10-2026,12:28 WIB
Muhaimin Sebut Sekolah Rakyat Jadi Model Baru Pendidikan dan Pemberdayaan Nasional
Senin 19-10-2026,12:22 WIB
Mulai 2027, Kenaikan Kelas Tak Lagi Otomatis? Simak Penjelasan Mendikdasmen
Senin 19-10-2026,12:04 WIB
Link Download Logo Hari Santri 2026 Resmi, Lengkap dengan Filosofinya
Senin 19-10-2026,10:54 WIB
Ramadhipa Jaga Peluang Papan Atas Moto3 Junior di Misano
Senin 19-10-2026,10:31 WIB
Osteoporosis Tak Bergejala, Patah Tulang Panggul Berisiko Fatal bagi Lansia
Terkini
Senin 19-10-2026,16:03 WIB
Drainase di RT 08 Surabaya Permai 1 Dibenahi, Lingkungan Diharapkan Makin Nyaman
Senin 19-10-2026,15:59 WIB
Drainase Perumahan Bumi Mas Dibangun, Warga Bentiring Kini Lebih Tenang Hadapi Musim Hujan
Senin 19-10-2026,15:55 WIB
Dinas PUPR Kota Bengkulu Tingkatkan dan Rehabilitasi Drainase Gang Merpati 18 Rawa Makmur
Senin 19-10-2026,15:53 WIB
Syamsu Ihwan Nilai Eks Mess Pemda Strategis untuk Kantor Wali Kota dan Pengembangan Kawasan
Senin 19-10-2026,15:51 WIB