KOTA MANNA, BE - Kepala Dinas Perindustrian perdagangan dan koperasi (Diserindagkop) Bengkulu Selatan (BS) dalam waktu dekat ini akan segera mengusir Helmi selaku pihak pengembang yang saat ini masih berada di ruko milik Pemda BS di kawasan Pasar Ampera Kecamatan Pasar Manna. Terlebih lagi Helmi masih ngotot untuk mengelola ruko itu hingga 7 dari 8 ruko yang dikelolanya berhasil terjual. Padahal kontrak kerja sudah berakhir Agustus 2012 lalu.\"Untuk waktu pengusiran masih menunggu waktu yang tepat dan kami terus meminta agar Helmi dengan kesadarannya sendiri meninggalkan ruko tersebut,\" Ahmad Saputro. Menurutnya, untuk melakukan pengusiran ini nanti, pihaknya akan melibatkan aparat kepolisian dan juga Satpol PP. Sebelum melakukan pengusiran, saat ini pihaknya masih memberikan surat peringatan ataupun himbauan agar Helmi segera pergi dari ruko tersebut. Bahkan saat ini pun warga yang menyewa 2 unit ruko milik Pemda ini yakni Ana dan Nuning sudah melapor ke Mapolres BS. Dengan begitu jika pihak Penyidik Polres sudah menetapkan Helmi sebagai tersangka penyegelan terhadap ruko milik kedua warga ini. Maka pihaknya pun akan langsung mengusirnya secara paksa dari ruko. \"Terlebih lagi ulah Helmi yang menyegel 2 unit ruko itu telah merugikan penyewa ruko , jadi sikahkan polres usut kasusnya dan jika sudah ditetapkan tersangka, kamipun akan langsung memintanya pergi dari ruko milik pemda itu,\" terang Ahmad. Sebelumnya Sabtu (17/10) lalu Helmi menyegel 2 unti ruko dari 8 ruko di Pasar Ampera dengan alasan dirinya selaku kuasa dari pihak pengembang masih berhak mengolah sebab tuntutannya ke Pemda BS sebagai dispensasi telah membangun ruko dan kios di Pasar Ampera itu, sebab sebagaimana perjanjian penyerahan ruko dilakukan setelah 15 tahun ruko itu terjual. Hanya saja belum ada kejelasan terkait permohonannya itu, pemda sudah menyewakan 2 unit ruko itu kepada Ana dan Nuning hingga dirinya melakukan penyelegelan.\" Kami minta dispensasi, jika pemda mau mengolahnya tolong ganti rugi dulu 7 ruko yang belum terjual sebesar Rp 1,8 M,\" ujar Helmi. (369)
Pengembang Segera Diusir dari Pasar Ampera
Selasa 29-10-2013,20:37 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Sabtu 07-11-2026,06:58 WIB
Bank di Prancis Jadi Sasaran Peretasan, Hacker Diduga Curi Dana Rp14,18 Triliun!
Sabtu 07-11-2026,06:59 WIB
Survei AHA Commerce: 82 Persen Karyawan Mengaku Puas dengan Budaya Kerja Perusahaan
Sabtu 07-11-2026,12:32 WIB
Hadapi Musim Hujan, BPBD Mukomuko Dorong Warga Biasakan Mitigasi Bencana
Sabtu 07-11-2026,07:00 WIB
Nelayan Bengkulu Wajib Tahu! Ini Cara Mudah Klaim Asuransi Keselamatan Kerja di Tahun 2026
Sabtu 07-11-2026,06:58 WIB
Oppo Find X10 Segera Hadir di Indonesia, Ini Bocoran Spesifikasi dan Keunggulannya\!
Terkini
Sabtu 07-11-2026,19:48 WIB
Unived Gelar SNASIKOM 2026 Secara Hybrid, Bahas Kedaulatan Kognitif di Era AI
Sabtu 07-11-2026,17:40 WIB
Bengkulu Rawan Gempa dan Tsunami, PAPDI Diminta Perkuat Kesiapan Dokter Hadapi Bencana
Sabtu 07-11-2026,17:38 WIB
Hadapi Ancaman Bencana, Helmi Hasan Boyong Seluruh Bupati dan Wali Kota Bengkulu Temui Kepala BNPB
Sabtu 07-11-2026,17:37 WIB
Dua Jam Menunggu, Nasabah BNI Bengkulu Protes: Nomor Antrean Kalah oleh Panggilan Nama
Sabtu 07-11-2026,12:34 WIB