Mozaik Iwan Kurniawan Lewat ‘Rontaan Masehi’

Jumat 27-09-2013,17:12 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar

kau menatap jauh

menanti seorang lahir baru di kening mazmur.

“Diksi yang Iwan hadirkan sangat bagus. Ia mampu menghadirkan pemikiran yang orisinalitas dan autentik. Ini yang jarang dimiliki penyair muda sekarang ini,” ujar Gerson yang juga memberikan testimoni dalam buku setebal 98 itu. Tak hanya itu, ada pula sajak berjudul: ‘Pulang’

‘Pulang’

aku pulang, Ibu

deru kota berputar dengan taring-taring tinggi

ada tongkat menikam dalam tanah

memandang angkuh pada langit

aku pulang, Ibu

seonggok perasaan begitu lelah

bendera-bendera kusam

terseret angin jahat

aku pulang, Ibu

ingin kucium aroma cendana di lehermu.

“Dengan segala upaya dalam proses kreatifnya, di antara dua dunia yang digelutinya yaitu jurnalistik dan sastra, Iwan mampu menghadirkan oase, Buku kumpulan ini memang laik dibaca,” jelas Kepala Pelaksana Pusat Dokumentasi Sastra H.B Jassin Ariany Isnamurti.

Buku kumpulan puisi “Rontaan Masehi” telah dihelat pada, Jumat 20 September 2013 lalu di Pusat Dokumentasi Sastra (PDS), H.B. Jassin, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat. Buku itu terdiri dari dua bagian. Bagian pertama berisi 29 judul puisi. Sedangkan pada bagian kedua terhimpun 34 judul puisi. (*)

Tags :
Kategori :

Terkait

Terpopuler