Pada Sabtu (6/7) pagi waktu setempat Adly Mansour selaku presiden transisi bertemu dengan tokoh oposisi Mohammed Elbaradei di Istana Presiden Al Ettihadiyah. Dari pertemuan itu, kemudian diisukan bahwa Elbaradei telah ditunjuk sebagai perdana menteri.
Penunjukan Elbaradei sudah dibenarkan berbagai pihak. Media massa Mesir juga mengabarkan hal yang sama.
Namun, pada Sabtu larut malam istana membantah penunjukan Elbaradei sebagai perdana menteri. Juga disebutkan masih dalam pembahasan dengan berbagai pihak pembentukan kabinet transisi. Situasi itu semakin menegaskan tantangan yang dihadapi militer Mesir untuk membangun konsensus yang bisa menyenangkan kelompok liberal dan konservatif tentang kelompok mana yang seharusnya memimpin Mesir.
Bersamaan dengan kekisruhan poltik di level atas, bentrokan antara kelompok pro dan anti-Mursi terus berlanjut di negara terpadat di Timur Tengah itu. Sejauh ini, dikabarkan 36 orang tewas dan tak kurang dari 1.000 orang terluka. Kekerasan yang melibatkan dua kubu tersebut terjadi di Kairo dan kota-kota lain di Mesir.
Diperkirakan krisis semakin parah dengan putusan kejaksaan agung yang memerintahkan masa penahanan empat pemimpin tertinggi Ikhwanul Muslimin yang ditangkap pekan ini diperpanjang selama 15 hari. Empat petinggi itu dituduh mendorong tindak kekerasan terhadap para pengunjuk rasa.
Pada hari keempat penggulingan Mursi, dukungan kepada presiden terguling itu semakin besar. Prof Dr Syekh Yusuf Qardhawy, ulama karismatis yang sangat berpengaruh di Mesir dan dunia Islam, juga mengutuk sikap militer yang melengserkan Mursi. \"Keabsahan Presiden Mursi wajib dikembalikan dan tentara wajib menghormati putusan rakyat yang memberi kepercayaan kepadanya,\" papar ulama Mesir yang bermukim di Qatar itu.
Cendekiawan berpengaruh yang kini memimpin Persatuan Ulama Islam Sedunia tersebut mendesak militer agar legawa meminta maaf kepada rakyat.
\"Angkatan bersenjata harus minta maaf kepada rakyat dan membatalkan peta jalan militeristis serta memulihkan posisi Presiden Moursi,\" kata ketua Majelis Eropa untuk Fatwa dan Penelitian itu.
Al Qardhawy menambahkan, banyak ulama dari Universitas Al Azhar Kairo, salah satu institusi Islam paling berpengaruh di Mesir, yang menyetujui pandangannya. (AP/BBC/c11/kim)
Mesir Batal Tunjuk PM Baru, Yusuf Qardhawy Tegaskan Dukungan ke Mursi
Senin 08-07-2013,08:26 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 12-03-2026,14:23 WIB
Bupati Mukomuko Lantik 80 Pejabat ASN, Berikut Daftar Lengkap Eselon III, IV dan Fungsional
Kamis 12-03-2026,16:58 WIB
Bantu Masyarakat, PT TLB Salurkan Ratusan Paket Sembako di Babatan, Air Kemuning dan Padang Ulak Tanjung
Kamis 12-03-2026,13:44 WIB
Kesaksian di Sidang Tipikor, Bebby Hussy Disebut Dermawan, 20 Tahun Bantu Anak Disabilitas
Kamis 12-03-2026,12:41 WIB
Antisipasi Penimbunan Selama Ramadan, Unit Tipidter Polres BS Sidak Pasar Ampera
Kamis 12-03-2026,12:53 WIB
Dugaan Korupsi DD Bandar Agung Terus Didalami, Penyidik Turun Cek Pekerjaan Desa
Terkini
Kamis 12-03-2026,16:58 WIB
Bantu Masyarakat, PT TLB Salurkan Ratusan Paket Sembako di Babatan, Air Kemuning dan Padang Ulak Tanjung
Kamis 12-03-2026,15:58 WIB
Tak Ada Tanggal Merah, Pj Sekda Bengkulu Tegaskan Etos Kerja 25 Jam bagi Pejabat Pemkot
Kamis 12-03-2026,15:51 WIB
Program Sedekah Nasi Bungkus, Pemkot Bengkulu Tebar Ribuan Nasi Bungkus Selama Ramadan
Kamis 12-03-2026,15:44 WIB
ASN Pemkot Bengkulu Wajib Lunas PKB dan PBB Jika Ingin Cairkan Gaji Ke-13
Kamis 12-03-2026,15:26 WIB