BENGKULU, BE - Lama tak dengar, aksi copet didalam Angkutan umum (Angkot) marak lagi. Kali ini pelaku menggunakan modus gaya baru. Dengan berpura-pura sakit didalam Angkot dan meminta penumpang didalam Angkot membantu. Namun hal itu dilakukan hanya untuk mengalihkan perhatian korban, agar pelaku dapat menduri dompet berisikan uang dan barang berharga lainnya milik korban. Warga Kota Bengkulu harus waspada dengan pencopetan dalam Angkot ini. Sebab sudah ada warga menjadi korbannya. Yakni Nafsia (55) dan Astri Pangestu (26), Ibu dan anak yang tinggal di Jalan Merapi 11 No 53 Kelurahan Kebun Tebeng Kecamatan Ratu Agung. Dicerita Astri, peristiwa itu terjadi pada Kamis pagi (20/6). Ketika itu, kedua korban ingin berangkat ketempat kerjanya yang terletak di Jalan Jati. Dari rumahnya kedua korban menaiki angkot warna merah. Beberapa menit kemudian penumpang lainnya (diduga pelaku-red) naik ke Angkot itu pula. Tak lama kemudian ada lagi 2 penumpang laki-laki ikut naik Angkot itu juga. Dua pelaku duduk berhadapan dengan korban. Sedangkan satu pelaku lagi duduk disamping korban. Tiba-tiba salah seorang penumpang itu sakit dan muntah. Lalu 2 orang penumpang lainnya (diduga pelaku-red) berpura-pura menolong pelaku yang muntah tersebut. Salah seorang penolong itu lalu meminta tisu pada korban Astri. Tentu saja Astri langsung membuka tasnya untuk mengambil tisu tersebut. Rupanya hal itu modus pelaku belaka. Diduga ketika kedua korban lengah kerena memperhatikan penumpang yang sakit itu, seorang pelaku melancarkan aksinya diam-diam mencuri dompet dari dalam tas kedua korban. \"Mereka bertiga, semua berpakaian rapi. Saya pikir karyawan kantoran,\" ungkap Astri saat diwawancarai BE kemarin. Lebih lanjut, korban mengungkapkan dirinya dan sang ibu baru menyadari telah menjadi korban pencopetan setelah turun dari kantor dan sampai di kantornya. Ketika itu korban membuka tas untuk mengambil kunci lokernya. Korban sangat kaget mendapati kenyataan dompet dan Handphone Blackberry miliknya yang disimpan didalam tas sudah hilang. Begitupun yang dialami ibunya, dompet berisi uang Rp 200 ribu serta handphonenya juga lenyap. Menurut korban Astri, peristiwa tersebut sudah dilaporkannya ke Mapolsek Ratu Agung. Ketika dikonfirmasi Kapolres Bengkulu AKBP Iksantyo Bagus Pramono SH MH, mengungkapkan belum mendapat laporan mengenai pencopetan didalam angkutan kota tersebut.\"Laporan belum kita terima, bila ada korban saya imbau untuk segera melapor ke kepolisian terdekat,\" jelasnya. Dilanjutkan Kapolres, bagi warga terutama yang menggunakan Angkot untuk berangkat atau pulang kerja, hendaknya meningkatkan kewaspadaan. Jangan sampai menjadi korban pencopetan pelaku dengan modus pura-pura sakit.(320
Copet Diangkot Marak Lagi
Senin 24-06-2013,09:10 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Selasa 23-06-2026,13:21 WIB
Kapolda Bengkulu Tutup Speak Up Challenge Hari Bhayangkara ke-80, Tegaskan Komitmen Polri Dengarkan Aspirasi
Selasa 23-06-2026,14:57 WIB
Tim DOK-TIF Universitas Bengkulu Wakili Regional di Astra Honda SDGs Future Leaders 2026
Selasa 23-06-2026,14:07 WIB
Wakil Bupati Bengkulu Selatan Dampingi Pangdam, KDKMP Jeranglah Rendah Disebut Layak Jadi Percontohan
Selasa 23-06-2026,13:56 WIB
Wali Kota Bengkulu Minta Maaf kepada Tukiyem, Lurah Anggut Bawah Terbukti Langgar Disiplin ASN
Selasa 23-06-2026,13:29 WIB
Kasus Kredit Multiguna Bank Bengkulu Cabang Jakarta Bertambah, Mantan Kepala Cabang Resmi Jadi Tersangka
Terkini
Selasa 23-06-2026,17:28 WIB
Terungkap di Sidang! Saksi Bongkar Dugaan Modus Latifa, dari Double Input hingga Blur Laporan Keuangan
Selasa 23-06-2026,16:09 WIB
Dedy Wahyudi Beri Peringatan Keras ASN, Jangan Sakiti Rakyat Kecil
Selasa 23-06-2026,16:04 WIB
Pemkab Kaur Rotasi 22 Pejabat, Ini Pesan Sekda
Selasa 23-06-2026,16:00 WIB
Komitmen Transparansi Fiskal, Bupati Mukomuko Dukung Penuh Kanwil DJPb Bengkulu Raih Predikat WBBM
Selasa 23-06-2026,15:58 WIB