Jika mencuci dengan tangan, hindari kebiasaan mengucek, menggosok, atau memelintir baju knit dengan kuat. Gerakan mekanis yang berlebihan dapat membuat serat tertentu saling bergesekan dan berpotensi menyebabkan perubahan bentuk. Woolmark juga menyarankan untuk menghindari pengadukan, pemerasan, atau puntiran berlebihan pada sweater wol karena dapat menyebabkan penyusutan maupun distorsi. Jika terdapat noda, lebih baik tangani bagian tersebut secara perlahan daripada menggosok seluruh permukaan pakaian.
6. Jangan Menggantung Baju Knit Saat Masih Basah
Setelah dicuci, jangan langsung menggantung baju knit dengan hanger. Pakaian rajut yang masih menyimpan banyak air menjadi lebih berat. Jika digantung, berat tersebut dapat menarik serat sehingga pakaian menjadi melar atau berubah bentuk.
Woolmark merekomendasikan pakaian knit seperti sweater dikeringkan dalam posisi datar (flat dry). Pengeringan dengan hanger atau tali jemuran dapat membuat pakaian rajut meregang akibat berat air. Caranya cukup sederhana. Letakkan baju di atas handuk bersih dan kering, kemudian atur kembali bentuknya secara perlahan.
7. Keringkan di Tempat Teduh
Baju knit sebaiknya tidak langsung dijemur di bawah sinar matahari terik. Selain dapat memengaruhi warna, panas langsung juga tidak ideal untuk sejumlah jenis serat. Untuk sweater wol, Woolmark merekomendasikan pengeringan secara datar di tempat teduh dan menghindari panas langsung. Biarkan pakaian mengering secara alami dengan sirkulasi udara yang baik.
8. Jangan Terlalu Sering Dicuci
Tidak semua baju knit harus dicuci setiap kali selesai digunakan. Untuk pakaian berbahan wol, seratnya memiliki sifat alami yang relatif tahan terhadap bau dan noda sehingga tidak selalu membutuhkan pencucian sesering bahan lainnya. Jika pakaian hanya digunakan sebentar dan tidak terkena noda atau keringat berlebihan, mengangin-anginkannya setelah digunakan bisa menjadi pilihan sebelum disimpan kembali. Namun, tetap sesuaikan dengan jenis bahan dan kondisi pakaian.
9. Pisahkan dari Pakaian yang Berisiko Luntur
Jika baju knit berwarna gelap atau memiliki warna yang cukup kuat, sebaiknya jangan dicampur dengan pakaian berwarna putih atau terang. Pemisahan warna membantu mengurangi risiko perpindahan warna selama proses pencucian. Woolmark juga menyarankan agar pakaian berwarna gelap dan terang dipisahkan ketika dicuci maupun ketika masih dalam kondisi basah.
10. Jangan Langsung Menyetrika dengan Suhu Tinggi
Baju knit umumnya tidak perlu disetrika dengan suhu tinggi seperti beberapa jenis kain lainnya. Jika pakaian terlihat kusut, periksa terlebih dahulu simbol perawatan pada label. Bila memang boleh disetrika, gunakan suhu yang sesuai dengan petunjuk bahan. Untuk menjaga bentuk, cara terbaik biasanya adalah merapikan pakaian ketika masih dalam kondisi lembap setelah dicuci, kemudian mengeringkannya secara datar.
Jangan Sampai Salah Perawatan
Baju knit yang mahal tidak selalu membutuhkan perawatan rumit. Kuncinya justru terletak pada beberapa kebiasaan sederhana, seperti membaca label, menggunakan deterjen lembut, menghindari gesekan berlebihan, tidak memelintir pakaian, serta mengeringkannya dalam posisi datar.
Yang paling penting, jangan menyamaratakan semua jenis knit. Bahan wol, katun, akrilik, atau campuran memiliki karakteristik yang berbeda.
Dengan mengikuti petunjuk pada label pakaian dan menggunakan metode pencucian yang sesuai, baju knit kesayangan dapat lebih terjaga bentuk, tekstur, dan tampilannya sehingga tidak cepat rusak.