Jangan Langsung Oles Odol! Ini Pertolongan Pertama Saat Kulit Terbakar
Jangan Langsung Oles Odol! Ini Pertolongan Pertama Saat Kulit Terbakar--
BENGKULUEKSPRESS.COM – Kulit terkena knalpot, wajan panas, air mendidih, atau benda panas lainnya merupakan kecelakaan yang cukup sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Rasa perih yang muncul biasanya membuat seseorang spontan mencari bahan yang dianggap bisa mendinginkan kulit, termasuk mengoleskan pasta gigi atau odol.
Padahal, mengoleskan odol pada kulit yang terbakar bukanlah pertolongan pertama yang dianjurkan. American Academy of Dermatology (AAD) justru menyarankan agar pasta gigi, mentega, maupun bahan sejenis tidak digunakan pada luka bakar karena dapat mengiritasi kulit dan meningkatkan risiko masalah pada luka.
Lantas, apa yang sebaiknya dilakukan ketika kulit terkena benda panas?
1. Segera Jauhkan dari Sumber Panas
Langkah pertama adalah menghentikan paparan panas. Jauhkan bagian tubuh dari knalpot, kompor, air panas, setrika, atau sumber panas lainnya.
BACA JUGA:Aneh tapi Nyata, Kenapa Kucing Suka Mendekati Orang yang Takut Padanya?
BACA JUGA:5 Kebiasaan Sehari-hari untuk Menjaga Postur dan Kesehatan Tulang Belakang
Jika pakaian atau perhiasan berada di sekitar area yang terbakar, lepaskan secara perlahan sebelum terjadi pembengkakan. Namun, jangan menarik pakaian yang sudah menempel pada kulit, karena dapat memperparah kerusakan jaringan.
2. Aliri dengan Air Mengalir yang Sejuk
Setelah terbebas dari sumber panas, segera dinginkan area yang terbakar menggunakan air mengalir yang sejuk.
NHS merekomendasikan mengaliri luka bakar dengan air mengalir selama sekitar 20 menit. Jika air mengalir tidak tersedia, dapat digunakan air kemasan yang sejuk atau kain bersih yang dibasahi air.
Mayo Clinic juga merekomendasikan air mengalir yang sejuk, bukan air es, selama sekitar 10–20 menit untuk luka bakar ringan.
3. Jangan Gunakan Es Secara Langsung
Meski terasa masuk akal untuk menggunakan es agar kulit cepat dingin, cara tersebut justru tidak dianjurkan.
Es atau air yang sangat dingin dapat menyebabkan kerusakan tambahan pada jaringan kulit. Karena itu, gunakan air mengalir yang sejuk, bukan es yang ditempelkan langsung pada luka.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

