BENGKULUEKSPRESS.COM - Berdasarkan laporan tenaga kesehatan haji kloter Provinsi Bengkulu, saat ini terdapat tiga jemaah haji yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit di Arab Saudi. Ketiga jemaah ini mendapatkan penanganan intensif dari tim medis setempat.
Penanggungjawab Kesehatan Haji Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, Kurniawan Arianto menyampaikan identitas jemaah yang dirawat adalah Salma Yanti Fandi dari Kabupaten Rejang Lebong, Gusniar Samau dari Kota Bengkulu, serta Mustina dari yang berasal dari Kabupaten Bengkulu Utara.
Kurniawan menjelaskan, untuk kondisi ketiga jemaah tersebut saat ini masih dalam penanganan dengan diagnosis sakit yang berbeda-beda. Di antaranya adalah closed fracture ankle sinistra atau cedera tulang, hingga hipertensi dengan komplikasi penyakit jantung.
Selain itu, tim kesehatan haji juga terus melakukan pemantauan terhadap jemaah dengan risiko tinggi. Tercatat sebanyak 21 jemaah haji masuk ke dalam pengawasan khusus ini dengan berbagai keluhan kesehatan.
“Adapun diagnosis yang paling banyak itu dialami jemaah antara lain ISPA, malaise, gastroenteritis akut (GEA), myalgia serta cephalgia. Kondisi ini menjadi perhatian serius bagi tim kesehatan untuk dapat trus meningkatkan pengawasan dan pelayanan medis,” jelasnya, Minggu, 3 Mei 2026.
BACA JUGA:Pemkot Bengkulu Percepat Penataan Pantai Panjang, Wujudkan Kawasan Wisata Tertib dan Nyaman
BACA JUGA:Soal Revitalisasi Pasar Panorama dan Pasar Minggu, Pemkot Bengkulu Ajukan Anggaran Rp100 M ke Pusat
Sementara itu, jemaah calon haji di kloter pertama Bengkulu menjalankan rangkaian kegiatan dengan baik. Mereka ini telah mengikuti city tour religi di Kota Madinah dengan mengunjungi sejumlah lokasi bersejarah.
“Diantaranya ialah Masjid Quba, kawasan Jabal Uhud serta ke perkebunan kurma setempat. Pemerintah Provinsi Bengkulu melalui tim kesehatan haji mengimbau seluruh jemaah ini untuk menjaga kondisi tubuh, mengatur waktu istirahat dan juga segera melapor jika mengalami keluhan kesehatan agar dapat ditangani dengan cepat,” tandasnya