Operasi Keselamatan Nala 2026 Dimulai, Cek 9 Sasaran Tilang Polda Bengkulu

Senin 02-02-2026,16:53 WIB
Reporter : Anggi Pranata
Editor : Rajman Azhar

BENGKULU, BENGKULUEKSPRESS.COM – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Bengkulu resmi memulai Operasi Keselamatan Nala 2026, Senin (2/2/2026). Operasi kewilayahan ini digelar sebagai langkah strategis kepolisian untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas yang menunjukkan tren peningkatan di wilayah Provinsi Bengkulu.

Operasi Keselamatan Nala 2026 dijadwalkan berlangsung selama 14 hari, terhitung mulai tanggal 2 hingga 15 Februari 2026. Dalam pelaksanaannya, polisi mengedepankan pendekatan preventif dan edukatif, namun tetap memberikan tindakan tegas bagi pelanggaran yang kasat mata dan membahayakan nyawa.

Wakapolda Bengkulu, Brigjen Pol. Dicky Sondani, menegaskan bahwa keselamatan masyarakat merupakan orientasi utama dalam operasi tahun ini.

“Operasi Keselamatan Nala ini kami fokuskan pada upaya pencegahan. Tujuan utamanya agar tidak terjadi kecelakaan lalu lintas, mengurangi pelanggaran, serta mencegah kemacetan,” ujar Brigjen Pol. Dicky Sondani, Senin (2/2/2026).

BACA JUGA:Gunakan Dana Baznas, Pemprov Bengkulu Biayai Kepulangan 4 Korban TPPO Kamboja

BACA JUGA:Usai Sabet Dua Sabuk Nasional, Petarung Bengkulu Bidik Kejuaraan Internasional

Guna memberikan efek jera, Ditlantas Polda Bengkulu telah menetapkan sejumlah sasaran prioritas yang kerap menjadi pemicu kecelakaan, di antaranya:

Pengendara motor tidak menggunakan helm SNI, pengendara melawan arus (contra flow), pengemudi mobil tidak menggunakan sabuk pengaman, menggunakan ponsel saat berkendara, penggunaan knalpot tidak sesuai spesifikasi (knalpot brong), berkendara di bawah pengaruh alkohol, aksi balap liar, kendaraan pikap mengangkut penumpang (orang), kendaraan bermuatan lebih (Over Dimension & Over Load/ODOL).

Brigjen Pol. Dicky Sondani menambahkan, data menunjukkan adanya kenaikan signifikan pada angka korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas di Bengkulu. Hal inilah yang menjadi alarm bagi pihak kepolisian untuk mengintensifkan patroli dan edukasi.

“Data menunjukkan kecelakaan meningkat, termasuk korban meninggal dunia. Ini menjadi tanggung jawab bersama untuk menekan angka tersebut,” tegasnya.

Dalam menjalankan operasi ini, Polda Bengkulu tidak bergerak sendiri. Sinergi lintas instansi dilakukan melibatkan Jasa Raharja, Dinas Perhubungan, Balai Transportasi, Polisi Militer (PM), hingga Satpol PP.(**)

Kategori :