BACA JUGA:Ini Dia Sederet Makanan Tinggi Esterogen yang Bantu Jaga Keseimbangan Hormon Selama Menopause
BACA JUGA:Ketahui Penyebab Kenapa Ibu Pasca Melahirkan Mudah Mengalami Baby Blues
Meningkatkan Kesehatan Mental dan Mengurangi Stres
Petai mengandung vitamin B6 yang penting dalam pembentukan neurotransmitter seperti serotonin dan dopamin di otak. Kedua zat kimia ini berperan dalam meningkatkan suasana hati, mengurangi kecemasan, dan mengatasi depresi.
Konsumsi petai juga dapat membantu meningkatkan kualitas tidur karena vitamin B6 berperan dalam produksi melatonin, hormon yang mengatur siklus tidur.
Membantu Menurunkan Berat
Badan Petai rendah kalori dan mengandung serat yang tinggi, menjadikannya sebagai camilan yang ideal bagi mereka yang sedang menjalani program penurunan berat badan. Serat dalam petai memberikan rasa kenyang lebih lama, sehingga dapat membantu mengurangi keinginan untuk makan berlebihan.
Selain itu, kandungan karbohidrat kompleks dalam petai memberikan energi yang tahan lama tanpa menyebabkan lonjakan gula darah, yang penting dalam pengelolaan berat badan.
BACA JUGA:Inilah 9 Ciri-ciri Alergi pada Kult Bayi yang Perlu Diwaspadai
BACA JUGA:Ketahui Penyebab Kenapa Ibu Pasca Melahirkan Mudah Mengalami Baby Blues
Menyehatkan Kulit
Petai mengandung berbagai vitamin dan mineral yang bermanfaat untuk kesehatan kulit, seperti vitamin C dan E. Vitamin C berperan penting dalam produksi kolagen, yang menjaga kulit tetap elastis dan sehat.
Sedangkan vitamin E memiliki sifat antioksidan yang dapat melindungi kulit dari kerusakan akibat radikal bebas dan paparan sinar matahari. Selain itu, petai juga mengandung senyawa antimikroba yang dapat membantu mengatasi jerawat dan iritasi kulit.
Meningkatkan Fungsi Ginjal
Kalium yang terkandung dalam petai juga bermanfaat untuk kesehatan ginjal. Kalium membantu ginjal untuk berfungsi secara optimal dengan mengatur keseimbangan cairan tubuh.
Selain itu, konsumsi petai dapat membantu mencegah pembentukan batu ginjal karena dapat menurunkan kadar asam urat dalam tubuh, yang sering menjadi salah satu penyebab pembentukan batu ginjal.