Kasus Menonjol Harus Diungkap

Kamis 19-12-2019,11:27 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar

Kapolda Pimpin Sertijab 5 Perwira

BENGKULU, bengkuluekspress.com - Kapolda Bengkulu, Irjen Pol Drs Supratman MH memimpin upacara serah terima jabatan (sertijab) lima orang perwira dijajaran Polda Bengkulu (lihat grafis) di Aula Gedung Adem Mapolda Bengkulu, Rabu (18/12). Kapolda menegaskan, perwira yang baru saja dilantik harus segera menyelesaikan tugas yang belum tuntas. Selain itu harus segera menyesuaikan diri di tempat kerja yang baru.

\"Untuk pejabat yang baru dilantik segera menyesuaikan diri, segera selesaikan tugas yang belum selesai di tempat yang baru,\" jelas Kapolda.

Lebih lanjut Kapolda mengatakan, pergantian pejabat dan pertukaran Kapolres jajaran Polda Bengkulu merupakan rotasi rutin sesuai kebutuhan. Dalam hal ini Kapolda menginstruksikan untuk Kapolres Bengkulu agar segera mengungkap kasus pembunuhan Wina.

Karena kasus pembunuhan sadis tersebut merupakan kasus cukup menonjol di Bengkulu. \"Mutasi atau sertijab ini kan hal yang biasa didalam Polri, pada intinya rotasi sesuai dengan kebutuhan. Khusus untuk kasus pembunuhan Wina saya minta kepada Kapolres agar segera mengungkapnya,\" imbuh Kapolda.

Sementara itu Kapolres Bengkulu, AKBP Pahala Simanjuntak SIK mengatakan, yang pertama akan dilakukan adalah mempelajari kasus yang belum terungkap di Polres Bengkulu. Termasuk kasus pembunuhan Wina, kasus pembunuhan nenek Absiah dan jenazah Mr X yang belum diketahui siapa keluarganya. \"Saya akan kumpulkan dulu data-datanya, kemudian dipelajari, karena untuk mengungkap kasus besar tersebut pasti butuh waktu dan perlu proses. Tetapi saya pastikan akan mengusut sampai tuntas kasus tersebut,\" jelas Kapolres Bengkulu.

Seperti diketahui, tiga kasus besar di Polres Bengkulu belum terungkap diantaranya, kasus pembunuhan Wina Mardiani (20) mahasiswa Universitas Bengkulu. Meski sudah menetapkan satu orang tersangka penadah sepeda motor, tetapi pelaku utama yang merupakan penjaga rumah kos berinisial Pi belum tertangkap. Kasus tersebut menjadi perhatian masyarakat Bengkulu sejak 8 Desember 2019 lalu.

Kemudian kasus pembunuhan nenek Absiah (80). Warga RT 21 RW 4, Kelurahan Pagar Dewa, Kecamatan Selebar, Kota Bengkulu tersebut ditemukan tewas tanggal 30 November 2019 lalu. Meski sudah memeriksa puluhan saksi, tetapi polisi belum bisa menangkap pelaku utama. Penyidik kesulitan mengungkap kasus tersebut sangat minimnya alat bukti di TKP. Meski sudah melakukan olah TKP, tetapi tidak ada bukti yang mengarah kepada pelaku.

Hal tersebut dikarenakan korban tinggal sendirian, sehingga tidak ada yang tahu barang apa saja yang hilang setelah korban dibunuh. Yang terakir adalah jenazah Mr X yang ditemukan di Pantai Jakat, Kecamatan Teluk Segara Senin (9/12) lalu. Meski penyebab meninggalnya Mr X karena tenggelam, tetapi sampai saat ini belum ada keluarga yang menjemput Mr X. Akhirnya Mr X dimakamkan di TPU Keramat Anggut.(167)

Tags :
Kategori :

Terkait