JAKARTA - Hasil survei terbaru Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC) menunjukan bahwa partai Demokrat berada dalam masalah besar. Pasalnya, tingkat elektabilitas partai besutan Presiden SBY itu sekarang berada pada angka 8% \"Ini tidak pernah dialami sebelumnya sepanjang sejarah Demokrat. Angka terendah sebelumnya 8,7 persen atau 9 persen pada April dan Juni 2008,\" ujar Direktur Riset SMRC, Jaedy Hanam dalam pemaparan hasil surveinya di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta, Minggu (3/2) Survei ini dilakukan oleh SMRC pada kisaran 6-20 Desember 2012. Survei melibatkan 1220 responden dari seluruh Indonesia dengan usia di atas 17 tahun. Survei dilakukan dengan metode tatap muka dengan tingkat margin of error kurang lebih 3%. Namun anehnya, disaat citra Demokrat berada pada posisi terendah, kinerja Presiden SBY tetap dinilai positif. 51,6% masyarakat mengaku puas terhadap kinerja sang presiden. Jaedy menilai ini sebagai suatu keanehan dan sebuah pertanda yang lebih buruk lagi bagi Demokrat. Karena, berdasarkan hasil-hasil survey sebelumnya kinerja presiden SBY dan tingkat elektabilitas Partai Demokrat selalu berbanding lurus. \"Artinya saat ini yang jadi permasalahan Demokrat bukanlah kinerja SBY dan kinerja SBY tidak dapat menyelamatkan Demokrat,\" terangnya. Banyaknya kader Partai Demokrat yang tersangkut kasus korupsi, dinilai menjadi alasan utama memburuknya opini publik. Meski secara statistik kader Demokrat bukanlah yang paling banyak melakukan korupsi, namun opini publik terlanjur terbentuk dengan kuat. Hal ini dapat dilihat dari hasil survei yang menyatakan, 44,8% masyarakat menganggap kader Demokrat paling banyak korupsi. Sementara untuk partai-partai lain tidak ada yang mencapai raihan diatas 10%. Jika Demokrat tidak mampu melawan opini ini sebelum Pemilu 2014, maka elektabilitasnya akan terus menurun. \"Jika penurunannya konsisten bukan tidak mungkin Demokrat gagal lolos dari electoral treshold dan hilang dari peta politik nasional,\" pungkasnya. (dil/jpnn)
Hasil Survei: SBY Tidak Bisa Selamatkan Demokrat
Minggu 03-02-2013,19:05 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 09-07-2026,18:05 WIB
Gengsi Akreditasi Berujung Buntung, Madrasah di Mukomuko Terancam Kehilangan Bantuan Pusat
Kamis 09-07-2026,17:46 WIB
Kasus Suap Rekrutmen PHL PDAM Bengkulu Bergulir ke Babak Baru, Polda Tetapkan Empat Tersangka Lagi
Kamis 09-07-2026,18:01 WIB
Praperadilan Ditolak, Status Tersangka Eks Direktur Bank Bengkulu Agusalim Sah, Penyidikan Berlanjut
Kamis 09-07-2026,17:55 WIB
360 Calon Siswa Belum Dapat Sekolah, Dikbud Bengkulu Siapkan Distribusi ke 7 Sekolah Negeri dan Program PJJ
Kamis 09-07-2026,18:06 WIB
Bapenda Kota Bengkulu Genjot PAD, Maksimalkan 13 Sektor Pajak dan Retribusi
Terkini
Kamis 09-07-2026,18:06 WIB
Bapenda Kota Bengkulu Genjot PAD, Maksimalkan 13 Sektor Pajak dan Retribusi
Kamis 09-07-2026,18:05 WIB
Gengsi Akreditasi Berujung Buntung, Madrasah di Mukomuko Terancam Kehilangan Bantuan Pusat
Kamis 09-07-2026,18:01 WIB
Praperadilan Ditolak, Status Tersangka Eks Direktur Bank Bengkulu Agusalim Sah, Penyidikan Berlanjut
Kamis 09-07-2026,17:59 WIB
Rumus Institute Beberkan Siasat Pabrik Sawit di Mukomuko Dapat 900 Kg Buah Gratis Per Truk
Kamis 09-07-2026,17:57 WIB