HONDA BANNER

Air Mata Ansuri Pecah, Saat Empat Pemimpin Bengkulu Sambangi Rumahnya

Air Mata Ansuri Pecah, Saat Empat Pemimpin Bengkulu Sambangi Rumahnya

Gubernur dan Walikota Bengkulu saat menyambangi rumah Ansori-FOTO MC PEMKOT BKL-

BENGKULU, BENGKULUEKSPRESS.COM – Di balik dinding sederhana sebuah rumah di kawasan Rawa Makmur, tersimpan kisah perjuangan Ansuri (62). Penyakit diabetes yang dideritanya tidak hanya menggerus kondisi fisik, tetapi juga memaksanya merelakan salah satu kakinya diamputasi. Sejak saat itu, dunianya seolah menyempit di dalam ruang rumah.

Namun, suasana sunyi di kediaman Ansuri berubah menjadi haru pada Senin (2/3). Rombongan Safari Ramadan Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kota Bengkulu hadir membawa secercah harapan. Tak tanggung-tanggung, empat tokoh kunci Bumi Rafflesia hadir langsung, Gubernur Helmi Hasan, Wakil Gubernur Mian, Wali Kota Dedy Wahyudi, dan Wakil Wali Kota Ronny PL Tobing.

Kehadiran para pimpinan daerah ini bukan sekadar kunjungan formal. Melihat kondisi Ansuri, Gubernur Helmi Hasan langsung menjanjikan bantuan kursi roda baru untuk menggantikan keterbatasan fisiknya.

Bagi Ansuri, kursi roda tersebut adalah "kaki baru" yang akan mengembalikan kemandiriannya untuk bergerak. Air mata pria paruh baya itu pun tak terbendung saat menerima perhatian yang begitu besar di tengah ujian hidup yang berat.

BACA JUGA:Meski Ada Efisiensi Rp400 Miliar, Gubernur Bengkulu Pastikan Anggaran PMI Tetap Aman

BACA JUGA:Wawako Ronny Buka Pelatihan Digitalisasi UMKM, Dorong Pelaku Usaha Maksimalkan Media Sosial

"Tetap tabah, Pak Ansuri. Semua ini adalah ketentuan Allah. Perbanyaklah ibadah dan teruslah mengharap rida-Nya," ujar para pimpinan memberikan penguatan spiritual.

Selain janji kursi roda, rombongan juga menyerahkan bantuan materil untuk membantu biaya pengobatan dan kebutuhan ekonomi keluarga Ansuri. Kunjungan ini sekaligus menjadi ajang bagi para pemimpin untuk memberikan motivasi agar Ansuri tetap sabar menjalani ketetapan Tuhan.

Pesan yang disampaikan sangat mendalam: meski raga memiliki keterbatasan, derajat manusia di mata Sang Pencipta tetap ditentukan oleh ketaatan dan kesabaran.

Momen ini menjadi bukti bahwa Safari Ramadan di Bengkulu bukan sekadar agenda seremonial atau bagi-bagi bantuan di masjid. Gerakan menjemput bola dengan mendatangi langsung rumah warga yang membutuhkan menunjukkan sisi empati dan kehadiran nyata pemerintah di tengah kesulitan rakyat.

Di tengah keterbatasan fisik yang dialami Ansuri, secercah cahaya kini kembali menyala, membawa keyakinan bahwa kepedulian masih sangat nyata hadir di Bumi Rafflesia.(**)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait