Kegigihan dan Optimisme Peserta Difabel Berjuang di SNBT
Kegigihan dan optimisme peserta difabel berjuang di SNBT -ANTARA-
Meski demikian, hal tersebut tidak menyurutkan tekadnya untuk melanjutkan pendidikan di Program Studi Teknologi Informasi Unej, bahkan pelajar asal Desa Kemuninglor, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Jember, itu memiliki cita-cita menjadi dosen IT, terinspirasi dari para dosen Unej.
Saat mengerjakan ujian dan berada di dalam ruangan transit bersama peserta lainnya, ia mengaku tidak minder dengan peserta lainnya yang memiliki fisik sempurna karena sebelumnya ia juga bersekolah di sekolah umum, yakni sekolah menengah kejuruan (SMK), bukan di sekolah luar biasa (SLB).
Tekadnya yang kuat untuk melanjutkan jenjang pendidikan di bangku kuliah juga dimotivasi oleh sejumlah dosen Unej yang aktif memotivasi generasi muda untuk mengejar cita-cita setinggi langit melalui media sosial (medsos).
BACA JUGA:Verifikasi BSPS Bengkulu, Ratusan Calon Penerima Tidak Lolos
BACA JUGA:Fri Wisdom Saragih Sumbayak Dipromosikan ke Kejati Bengkulu, Kini Jadi Garda Depan Informasi Kejati
Semangat membara untuk berkuliah juga ditunjukkan oleh peserta disabilitas daksa lainnya, Muhammad Derbian Dwi Putra yang merupakan pelajar dari Kecamatan Maesan di Kabupaten Bondowoso.
Lokasi ujian yang cukup jauh dari tempat tinggalnya atau di kabupaten tetangga, mengharuskan pelajar yang akrab disapa Derbian itu berangkat lebih pagi dibandingkan peserta yang berdomisili di Kabupaten Jember.
Usai menjalankan shalat subuh, alumni SMKN 1 Bondowoso itu dengan tekad kuat bersiap menuju kampus Universitas Jember dengan diantar ibunya menggunakan sepeda motor dan rela melawan rasa dingin sepanjang perjalanan sejauh 20 kilometer.
Derbian merasa percaya diri mampu mengerjakan dengan baik soal-soal UTBK yang dihadapi, sehingga berharap lolos menjadi mahasiswa di Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Unej.
Ketertarikannya pada dunia kepenulisan menjadi alasan utama untuk masuk di program studi tersebut, terlebih ia mengidolakan penulis novel Tere Liye dan Derbian pun bercita-cita menjadi sosok penulis hebat yang bisa menghasilkan banyak buku di masa depan.
Derbian memberikan ucapan motivasi bagi peserta penyandang disabilitas lainnya yang harus bersaing dengan ratusan ribu peserta SNBT se-Indonesia untuk tetap semangat dan terus berusaha keras agar bisa mengenyam pendidikan di perguruan tinggi negeri (PTN), sesuai cita-citanya.
"Jangan ragu untuk mencoba. Jangan jadikan keterbatasan sebagai alasan untuk menyerah. Tidak ada yang tidak mungkin, siapa tahu bisa berhasil dan meraih apa yang diimpikan," katanya.
Sementera itu, satu peserta difabel tuna rungu, Carissa Vania Artamevira juga menggunakan alat bantu pendengaran saat mengikuti UTBK SNBT agar bisa mendengarkan arahan pengawas ujian karena keterbatasan pada pendengarannya.
Pengawas tetap memeriksa alat bantu yang digunakan peserta tunarungu tersebut di ruang transit, dengan menggunakan metal detector, sebelum yang bersangkutan masuk ke ruang ujian karena semua peserta dilarang membawa benda apapun ke ruang ujian.
Setelah dipastikan alat bantu tersebut hanya untuk membantu peserta dalam hal mendengar karena keterbatasan pendengarannya, maka pengawas mempersilakan peserta disabilitas rungu itu tetap menggunakan alat bantu di telinganya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
