Banner HONDA

Hadapi Era Digital, Pemprov Bengkulu Tingkatkan Kapasitas Pengelola Medsos

Hadapi Era Digital, Pemprov Bengkulu Tingkatkan Kapasitas Pengelola Medsos

Hadapi Era Digital, Pemprov Bengkulu Tingkatkan Kapasitas Pengelola Medsos--

BENGKULUEKSPRESS.COM – Di tengah derasnya arus informasi digital, Pemerintah Provinsi Bengkulu terus mendorong peningkatan kapasitas aparatur dalam mengelola media sosial sebagai sarana komunikasi publik yang efektif dan terpercaya.

Upaya tersebut diwujudkan melalui Pelatihan Pengelolaan Media Sosial Masyarakat Angkatan III yang diikuti para pengelola media sosial dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Bengkulu.

Pelatihan tersebut dibuka oleh Staf Ahli Gubernur Bengkulu Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, M. Ikhwan, yang hadir mewakili Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu.

Dalam arahannya, Ikhwan menekankan pentingnya kemampuan pemerintah dalam beradaptasi dengan perubahan pola komunikasi masyarakat yang kini semakin bergantung pada platform digital untuk memperoleh informasi.

BACA JUGA:Mahasiswa Bengkulu Belum Tunjukkan Sikap, Penggiat HAM Ingatkan Fungsi Kotrol Sosial

BACA JUGA:Sidang Korupsi PT RSM Ungkap Peran WNA Australia, Kuasa Hukum Sonny Adnan Sebut Kliennya Hanya

Menurutnya, media sosial telah berkembang menjadi salah satu instrumen utama dalam menyampaikan berbagai program, kebijakan, dan capaian pembangunan kepada masyarakat.

“Pemerintah harus mampu memanfaatkan media sosial sebagai sarana komunikasi publik yang efektif,” ujar Ikhwan.

Ia menjelaskan, masyarakat saat ini menuntut informasi yang cepat, akurat, dan mudah diakses. Karena itu, pemerintah tidak hanya dituntut hadir di ruang digital, tetapi juga mampu memastikan informasi yang disampaikan dapat dipertanggungjawabkan.

“Kecepatan informasi saat ini sangat menentukan. Jika pemerintah tidak mampu beradaptasi dengan perkembangan media digital, maka ruang informasi akan diisi oleh berbagai sumber yang belum tentu dapat dipastikan kebenarannya,” tambahnya.

Ikhwan menilai, media sosial kini tidak lagi sekadar menjadi media pendukung publikasi kegiatan pemerintahan. Lebih dari itu, platform digital telah menjadi garda terdepan dalam membangun komunikasi dua arah antara pemerintah dan masyarakat.

Melalui pengelolaan yang tepat, media sosial dapat menjadi sarana untuk meningkatkan keterbukaan informasi, memperkuat partisipasi publik, sekaligus membangun kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi Bengkulu, Nelly Alesa, mengatakan bahwa pengelolaan media sosial pemerintah membutuhkan strategi yang matang agar pesan yang disampaikan dapat diterima secara efektif oleh masyarakat.

Menurutnya, keberhasilan sebuah akun media sosial pemerintah tidak hanya dilihat dari frekuensi unggahan, tetapi juga kualitas pengelolaan informasi yang disajikan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait