Banner HONDA

Tips Kesehatan Haji dari Kemenkes, Jamaah Diingatkan Cegah Dehidrasi dan Heatstroke

Tips Kesehatan Haji dari Kemenkes, Jamaah Diingatkan Cegah Dehidrasi dan Heatstroke

Dokumentasi: jamaah asal Indonesia saat akan berangkat haji--

BENGKULUEKSPRESS.COM – Edukasi kesehatan bagi jamaah haji kembali menjadi perhatian publik, seiring beredarnya berbagai informasi dan video tips kesehatan yang viral di media sosial.

Panduan tersebut sejalan dengan imbauan resmi dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yang menekankan pentingnya menjaga kondisi tubuh selama menjalankan ibadah di Tanah Suci Mekkah.

Berdasarkan informasi dari Unit Pelayanan Kesehatan Kemenkes, perbedaan cuaca ekstrem antara Indonesia dan Arab Saudi menjadi tantangan utama yang harus dihadapi jamaah. Oleh karena itu, diperlukan kesiapan fisik serta kebiasaan hidup sehat sebelum dan selama menjalankan ibadah haji.

Kemenkes memberikan sejumlah tips utama untuk menjaga kesehatan jamaah, di antaranya menggunakan pelindung seperti payung guna menghindari sengatan panas (heatstroke), menghindari aktivitas di luar ruangan di luar rangkaian ibadah, serta mencukupi kebutuhan cairan tubuh untuk mencegah dehidrasi.

Selain itu, jamaah juga diimbau untuk tidak menunggu haus saat minum air. Konsumsi cairan secara rutin dinilai menjadi kunci utama menjaga stabilitas kondisi tubuh di tengah suhu yang bisa mencapai lebih dari 40 derajat Celsius.

Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenkes RI, Liliek Marhaendro Susilo, menegaskan bahwa faktor cuaca panas dan aktivitas padat dapat memicu gangguan kesehatan jika tidak diantisipasi dengan baik.

BACA JUGA:Astra Honda Dream Cup 2026 Dimulai, Kelas Vario 160 Jadi Primadona Baru di Lintasan

BACA JUGA:Jadi Pengendali Narkoba di Balik Jeruji, Eks Polisi Penembak Siswa SMKN Semarang Dibuang ke Nusakambangan

“Jemaah jangan menunggu haus untuk minum. Kondisi di Arab Saudi membuat tubuh cepat kehilangan cairan tanpa terasa,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga pola makan dan istirahat selama menjalankan ibadah. Aktivitas yang berlebihan tanpa diimbangi asupan nutrisi dan waktu istirahat dapat meningkatkan risiko kelelahan hingga sakit.

“Jangan sampai karena fokus beribadah, jemaah justru lupa makan dan minum. Ini yang sering terjadi dan bisa berdampak serius terhadap kesehatan,” tambahnya.

Sementara itu, tenaga kesehatan menyarankan jamaah untuk membawa obat pribadi, terutama bagi yang memiliki penyakit penyerta (komorbid), serta rutin melakukan pemeriksaan kesehatan bila mengalami gejala gangguan.

Selain menjaga hidrasi, jamaah juga dianjurkan untuk:

  • Menggunakan alat pelindung seperti topi, payung, atau kacamata
  • Menghindari aktivitas berlebih di siang hari
  • Mengatur waktu istirahat yang cukup
  • Menjaga pola makan sehat dan teratur

Langkah-langkah ini dinilai penting untuk mencegah risiko heatstroke, dehidrasi, hingga kelelahan ekstrem yang kerap dialami jamaah selama musim haji.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: