HONDA BANNER

Kemenkes Turun Tangan Benahi RSMY, RSCM Ditunjuk Dampingi Manajemen dan Alkes

Kemenkes Turun Tangan Benahi RSMY, RSCM Ditunjuk Dampingi Manajemen dan Alkes

Plt Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, Edriwan Mansyur-IST-

BENGKULUEKSPRESS.COM - Pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mulai mengambil peran aktif dalam pembenahan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) M. Yunus Bengkulu. Langkah konkret dilakukan dengan menunjuk Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) sebagai Dewan Pengawas (Dewas) Independen guna memperbaiki tata kelola rumah sakit rujukan tertinggi di Provinsi Bengkulu tersebut.

Penunjukan Dewas Independen ini diharapkan mampu mendorong perbaikan menyeluruh, mulai dari sistem manajemen, pelayanan, hingga pemenuhan kebutuhan alat kesehatan (Alkes) di RSMY.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, Edriwan Mansyur, mengatakan bahwa persoalan di RSMY telah menjadi perhatian serius Gubernur Bengkulu Helmi Hasan bahkan sebelum resmi dilantik. Sejumlah langkah strategis pun telah disiapkan untuk memastikan RSMY kembali optimal sebagai rumah sakit tipe B kebanggaan daerah.

“Sejak awal Pak Gubernur sudah menyoroti berbagai persoalan di RSMY. Sempat muncul wacana menghadirkan rumah sakit vertikal Kemenkes di Bengkulu, namun akhirnya disepakati bahwa RSMY harus diperkuat dan dioptimalkan,” ujar Edriwan.

BACA JUGA:Walikota Bengkulu Instruksikan OPD Siaga Penuh Hadapi Cuaca Ekstrem

BACA JUGA:PLTU Batubara di Sumatera Dinilai Terus Menelan Korban, Transisi Energi Masih Jalan di Tempat

Menurutnya, dinamika yang sempat menjadi sorotan publik justru dijadikan momentum evaluasi dan perbaikan. Pemerintah daerah memilih mengambil sisi positif dari kritik masyarakat demi peningkatan mutu layanan kesehatan.

Edriwan menambahkan, hasil koordinasi intensif antara Gubernur Bengkulu dan Menteri Kesehatan tidak hanya berdampak pada RSMY, tetapi juga menyasar seluruh rumah sakit kabupaten dan kota di Provinsi Bengkulu. Ke depan, peningkatan fasilitas dan layanan akan dilakukan secara bertahap agar sistem rujukan ke luar daerah dapat ditekan.

“Targetnya, rumah sakit kabupaten dan kota memiliki alat kesehatan yang memadai sehingga pasien tidak perlu lagi dirujuk keluar Bengkulu,” jelasnya.

Ia mengakui, munculnya keluhan dan isu viral terkait layanan rumah sakit merupakan hal yang wajar di tengah keterbatasan yang ada. Namun demikian, pemerintah memastikan upaya pembenahan terus berjalan secara berkelanjutan.

Lebih lanjut, Edriwan menegaskan bahwa Kemenkes saat ini sedang memproses penunjukan RSCM untuk mendampingi RSMY, bahkan berperan sebagai Dewan Pengawas Independen. Hal ini dinilai penting mengingat selama ini Dewas RSMY berasal dari unsur internal.

“Dengan Dewas Independen, evaluasi yang dilakukan akan lebih objektif dan fokus pada perbaikan nyata,” tegasnya.

Selain aspek manajemen, Dewas bersama manajemen RSMY juga akan membahas kebutuhan alat kesehatan serta skema pendanaan yang memungkinkan, baik melalui hibah maupun pinjaman.

“Semua masih dalam tahap pembahasan, apakah melalui hibah atau pinjaman. Yang jelas, fokus kita adalah mempercepat perbaikan layanan di RSMY,” pungkas Edriwan.(**)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: