Banner HONDA
BPBD

Warem di Pantai Panjang Dibongkar, Pemkot Bengkulu Tegaskan Tak Ada Toleransi

Warem di Pantai Panjang Dibongkar, Pemkot Bengkulu Tegaskan Tak Ada Toleransi

Pemkot Bengkulu akan menertibkan dan membongkar warem di Pantai Panjang demi menjaga citra wisata.--

BENGKULUEKSPRESS.COM - Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu menunjukkan komitmen tanpa kompromi dalam membersihkan citra pariwisata daerah.

Fokus utama kini tertuju pada sterilisasi kawasan Pantai Panjang dari keberadaan warung remang-remang (warem) yang terindikasi menjadi sarang peredaran minuman beralkohol dan tuak.

Langkah ini diambil guna mengembalikan fungsi asli Pantai Panjang sebagai destinasi wisata keluarga yang aman, nyaman, dan religius, sejalan dengan visi pembangunan mental masyarakat Kota Bengkulu.

Sebagai bentuk tindakan nyata, personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bengkulu telah dikerahkan ke lokasi untuk melakukan penyisiran pada Jumat pagi. Penertiban ini menyasar sejumlah titik yang masih nekat beroperasi meskipun surat peringatan telah dilayangkan sebelumnya.

Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, menegaskan bahwa masa toleransi bagi para pemilik warem telah habis. Ia menginstruksikan jajarannya untuk tidak ragu mengambil tindakan fisik jika imbauan pemerintah terus diabaikan.

BACA JUGA:Disdikbud Kota Bengkulu Prioritaskan Program Sekolah Inklusi Tahun 2026

BACA JUGA:Seleksi Jabatan Eselon II Pemkot Bengkulu Masuki Tahap Akhir, Tiga Besar Diumumkan 9 April

“Saya tegaskan, dalam waktu dekat warem-warem yang masih membandel ini akan kita bongkar habis. Tidak ada ruang bagi aktivitas ilegal di ikon wisata kita. Ini adalah bagian dari komitmen besar menata Pantai Panjang agar lebih tertib,” ujar Dedy Wahyudi dengan nada bicara tegas.

Menurut Dedy, keberadaan warem tidak hanya merusak estetika pantai, tetapi juga berpotensi memicu tindak kriminalitas dan penyakit masyarakat yang meresahkan warga sekitar maupun wisatawan.

Pemerintah tidak ingin wajah ibu kota provinsi ini tercoreng oleh aktivitas negatif yang terselubung di balik warung-warung tidak resmi tersebut.

“Kita harus memutus rantai kegiatan negatif yang merugikan masyarakat. Jangan sampai citra baik Kota Bengkulu rusak hanya karena pembiaran terhadap aktivitas seperti ini. Pariwisata kita harus bersih dan bermartabat,” tambahnya.

Melalui operasi pembersihan ini, Pemkot Bengkulu menargetkan transformasi total kawasan pesisir menjadi ruang publik yang representatif. (*)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: