Titik Rawan Geng Motor, Brimob Jaga 24 Jam Kawasan Danau Dendam Tak Sudah
Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi saat menyapa anggota Brimob yang bertugas di kawasan Danau Dendam Tak Sudah--
BENGKULUEKSPRESS.COM - Pemerintah Kota Bengkulu bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) mengambil langkah tegas untuk memberantas fenomena geng motor yang belakangan semakin meresahkan masyarakat.
Salah satu langkah nyata dilakukan saat Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, meninjau langsung kawasan Danau Dendam Tak Sudah yang selama ini dikenal sebagai salah satu titik rawan aktivitas geng motor.
Dalam peninjauan tersebut, wali kota melihat kawasan tersebut kini dijaga ketat oleh personel Korps Brigade Mobil (Brimob) bersenjata lengkap selama 24 jam.
Pengamanan tersebut merupakan tindak lanjut dari terbitnya Surat Edaran Wali Kota Bengkulu Nomor 116/20/Tahun 2026 yang mengatur pemberlakuan jam malam bagi pelajar di Kota Bengkulu.
Dalam aturan tersebut ditegaskan bahwa seluruh pelajar wajib sudah berada di rumah paling lambat pukul 21.00 WIB. Kebijakan ini diterapkan sebagai upaya menekan potensi keterlibatan remaja dalam aksi kekerasan jalanan maupun aktivitas geng motor.
“Pasukan Brimob melakukan piket 24 jam di titik rawan. Saya juga meminta Camat, Lurah, Ketua RT hingga Linmas untuk tidak segan membubarkan anak-anak muda yang masih berkumpul di tengah malam,” tegas Dedy Wahyudi saat menyapa petugas yang berjaga di lapangan.
BACA JUGA:HUT ke-77 Bengkulu Selatan Dihadiri Tokoh Nasional, Bupati Rifai Tekankan Semangat 'Membara'
BACA JUGA:Persiapan Rakerda, MUI Provinsi Bengkulu Gelar Rapim dan Buka Puasa Bersama
Sementara itu, pihak Kepolisian Resor Kota Bengkulu telah memetakan sedikitnya 13 titik yang dinilai rawan menjadi lokasi berkumpulnya kelompok geng motor.
Beberapa kawasan yang masuk dalam radar pengawasan antara lain kawasan Danau Dendam Tak Sudah, wilayah Panorama dan Bumi Ayu, kawasan Gading Cempaka hingga Kuala Alam, serta sepanjang Jalan Kalimantan Raya dan sekitarnya.
Selain meningkatkan pengamanan di lapangan, Pemerintah Kota Bengkulu juga meminta para kepala sekolah agar memberikan perhatian lebih terhadap perilaku siswa di luar jam sekolah.
Sebagai langkah jangka panjang, Pemkot Bengkulu juga meluncurkan program penguatan Remaja Islam Masjid(RISMA). Program ini bertujuan mengarahkan aktivitas remaja ke kegiatan keagamaan dan sosial yang lebih positif, terutama menjelang bulan Ramadan.
Pemerintah juga mengimbau masyarakat dan para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak mereka agar mematuhi aturan jam malam. Dengan keterlibatan semua pihak, diharapkan situasi keamanan dan ketertiban di Kota Bengkulu dapat tetap terjaga dengan baik. (*)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




