HONDA BANNER

Atasi Masalah Sampah, Wali Kota Bengkulu Ajak Warga Terapkan Metode Losida

Atasi Masalah Sampah, Wali Kota Bengkulu Ajak Warga Terapkan Metode Losida

Dedy Wahyudi--

KOTA BENGKULU, BENGKULUEKSPRESS.COM – Masalah sampah di KOTA BENGKULU memerlukan solusi kolaboratif yang dimulai dari tingkat rumah tangga. Wali KOTA BENGKULU, Dedy Wahyudi, menegaskan bahwa penambahan luas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) tidak akan menjadi solusi permanen jika masyarakat belum memiliki kesadaran untuk memilah sampah secara mandiri.

“Sampah adalah tanggung jawab kita bersama. Seluas apa pun TPA yang disiapkan, masalah ini tidak akan tuntas tanpa adanya kesadaran warga untuk melakukan pemilahan sejak dari sumbernya,” ujar Dedy.

Sebagai langkah konkret, Pemerintah Kota Bengkulu mendorong penerapan metode Losida (Lodong Sisa Dapur). Losida adalah sistem pengelolaan sampah organik sederhana menggunakan pipa paralon berlubang yang ditanam di tanah, sehingga sisa makanan rumah tangga dapat terurai secara alami menjadi kompos.

Wali Kota mengimbau setiap rumah tangga untuk mulai memisahkan sampah basah dan kering. Sampah organik dapur disarankan tidak lagi dibuang ke tempat sampah umum, melainkan dimasukkan ke dalam instalasi Losida.

“Buatlah Losida dari paralon di rumah masing-masing. Cara pembuatannya sangat mudah dan bisa dipelajari melalui internet atau YouTube. Saya minta setiap rumah memiliki sistem pemilahan sampah sendiri,” tegasnya.

BACA JUGA:Perdana! Pemkot Bengkulu Gelar Gerakan Asmara Subuh Mengaji di Pantai Panjang

BACA JUGA:Mutasi Jilid III Bengkulu Selatan, 145 Pejabat Eselon III dan IV Resmi Dilantik

Keseriusan Pemkot dalam menangani sampah juga menyasar sektor properti. Wali Kota berencana menggandeng pengembang perumahan, termasuk Real Estate Indonesia (REI), agar mewajibkan pemasangan fasilitas Losida di setiap unit rumah baru. Langkah ini diharapkan menjadi standar baru dalam pembangunan kawasan perumahan yang ramah lingkungan di Kota Bengkulu.

Selain edukasi, tindakan preventif juga akan diperketat. Pemkot berencana memasang pembatas berbahan besi pada saluran air (siring) untuk mencegah warga membuang sampah sembarangan. Selain menghalau sampah, pembatas ini berfungsi sebagai indikator pengawasan di tingkat lingkungan.

“Jangan lagi membuang sampah di siring. Dengan pembatas besi nanti, kita bisa melihat siring di wilayah RT mana yang masih dipenuhi sampah. Ini akan memudahkan kita melakukan evaluasi dan pengawasan,” tambah Dedy.(**)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait