Peluang Emas PPPK Bengkulu Miliki Rumah Subsidi Melalui Skema FLPP
Irsan Setiawan --
BENGKULUEKSPRESS.COM – Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Provinsi Bengkulu, Irsan Setiawan, menegaskan bahwa target pembangunan dalam program "Tiga Juta Rumah" di wilayah Bengkulu tidak dibatasi jumlahnya. Pemerintah mendorong pengembang untuk memaksimalkan serapan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
“Saat bertemu Pak Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), disampaikan jika selama kawan-kawan pengembang sanggup, kuotanya akan dikeluarkan. Tidak ada batas,” ujar Irsan, Rabu (18/2).
Berdasarkan data tahun lalu, Provinsi Bengkulu berhasil merealisasikan sekitar 2.600 unit rumah subsidi dari total kuota 3.000 unit. Tahun ini, serapan diperkirakan akan melonjak tajam, terutama menyasar kalangan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
“Kita memiliki hampir 12 ribu PPPK se-provinsi. Ini potensi besar bagi mereka untuk mengakses rumah subsidi lewat FLPP. Mudah-mudahan bisa mengakomodir PPPK, masyarakat backlog yang belum punya rumah, hingga pasangan muda berpenghasilan rendah,” jelas Irsan.
Jika sebelumnya pembangunan didominasi di wilayah perkotaan, tahun ini pengembang diarahkan untuk berekspansi ke kabupaten-kabupaten lain di Provinsi Bengkulu. Berdasarkan koordinasi dengan asosiasi pengembang, komitmen perluasan wilayah ini mulai dijalankan tahun ini.
BACA JUGA:Waspada, Memberi Sedekah di Jalanan Kota Bengkulu Bisa Didenda Rp100 Ribu
BACA JUGA:Indeks Pembangunan Statistik Kota Bengkulu 2024 Capai Nilai 2,68
Meski kuota melimpah, Irsan mengingatkan para pengembang agar tetap patuh pada Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Hal ini penting untuk melindungi konsumen dari risiko banjir, sengketa lahan, maupun lokasi yang tidak strategis.
“Kualitas bangunan juga harus dijaga agar rumah subsidi tetap layak huni dan tidak rusak dalam waktu singkat,” tegasnya.
Terkait isu pengecilan ukuran rumah subsidi yang marak di kota besar, Irsan memastikan hal tersebut tidak akan terjadi di Bengkulu. Menurutnya, ketersediaan lahan di Provinsi Bengkulu masih sangat memadai untuk membangun rumah dengan standar ukuran yang ada saat ini.(**)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


