Waspada! Ini Modus Pelaku Sodomi

Waspada! Ini Modus Pelaku Sodomi

 

CURUP, BE - Kekhawatiran orang tua kini kian bertambah. Tak hanya keamanan anak perempuannya saja tapu juga anak laki-laki juga kini patut dikhawatirkan. Ini setelah muncul berbagai kasus sodomi yang mencuat belakangan ini. Terbaru, serupa juga terjadi di Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu. Pelakunya adalah YT (35) pengusaha kerupuk yang diduga melakukan sodomi terhadap 6 orang bocah laki-laki di Kelurahan Air Bang Kecamatan Curup Tengah. Menghadapi tersebut agaknya sebagai orang tua patut memperhatikan lingkungan sekitar. Dari penelusuran Bengkulu Ekspress ada beberapa modus yang kerap dilakukan para pelaku sodomi. Modus yang paling sering terjadi adalah para pelaku membujuk rayu korban dengan mengiming-imingi uang. Setelah dekat dengan korban, baru pelaku melancarkan aksinya. Selain modus memberi uang jajan, para pelaku juga kerap memberikan perhatian lebih dengan memberikan makanan yang disukai anak-anak. Ini juga dilakukan agar pelaku lebih dekat dengan korban. Nah, bagi orang tua harus ekstra hati-hati dengan menasihati anaknya untuk tidak mudah menerima uang atau makanan dari orang lain, apalagi si pemberi begitu tidak dikenal. Modus lainnya para pelaku mencari korban yaitu dengan berpura-pura mengaku sebagai teman kakak korban yang datang menjemputnya di sekolah. Kemudian si korban disuruh menunggu dengan alasan kakaknya akan datang ikut menjemput. Setelah beberapa menit menunggu dan si kakak korban tidak kunjung datang, kemudian pelaku mengajak korban untuk mencari kakaknya dengan menggunakan sepeda motor. Di saat itulah pelaku langsung membawa korban ke suatu tempat untuk melayani nafsu bejatnya dan memaksa korban untuk memenuhi hasratnya. Setelah semuanya terpenuhi, kemudian korban langsung ditinggal pergi oleh pelaku Tindak protektif tentunya tidak dimaksudkan menggeneralisir jika ada seseorang ataupun orang lain yang memberikan perhatian lebih kepada anak bisa dikategorikan terduga pelaku sodomi. Sebab, memang tidak semua yang dekat anak-anak masuk kategori tersebut. Tapi tidak ada salahnya sebagai orang tua lebih hati-hati dalam menjaga buah hatinya. Sementara itu hasil penyidikan yang dilakukan unit perlindungan perempuan dan anak Sat Reskrim Polres Rejang Lebong mengungkap fakta baru. YT (35), pengusaha kerupuk yang diduga melakukan sodomi terhadap 6 orang bocah laki-laki di Kelurahan Air Bang Kecamatan Curup Tengah ternyata pernah terganjal kasus yang sama sebelumnnya. Kepada polisi YT mengaku pernah melakukan sodomi terhadap bocah laki-laki di tempat tinggal sebelumnya, yaitu Kota Lubuklinggau, sebelum menetap di Kelurahan Air Bang. Beruntung, saat itu keluarga korban dan YT sepakat untuk melakukan perdamaian keluarga. \"Karena kasus itu YT pindah ke Rejang Lebong dan menetap di Kelurahan Air Bang. Namun kini YT ternyata tidak berubah dan kembali berulah di Rejang Lebong,\" tegas Kapolres Rejang Lebong AKBP Edi Suroso, SH melalui Kasat Reskrim AKP Rudi Merwa kepada wartawan, Jum\'at (02/05). Meski telah memiliki istri dan anak, YT diduga mengalami penyakit penyimpangan perilaku seksualitas yang suka ‘menyodomi’ anak laki-laki. Bapak dari 3 anak tersebut, bahkan nekat melakukan aksi bejat itu terhadap rekan-rekan satu sekolah anak kembarnya yang masih duduk di bangku kelas 4 sekolah dasar. Diakui YT, tidak semua korban disodomi olehnya. Dari perkiraan adanya 6 korban, 2 diantaranya hanya dicabuli saja di sejumlah lokasi wisata. Modusnya, YT mengajak korban menggunakan motor ke daerah wisata dengan alasan minta ditemani membeli rokok, nyatanya, korban justru dicabuli. “YT sudah mengakui semua perbuatannya. dari perkiraan 6 korban, 4 sudah diakui oleh YT. Kita sekarang masih menunggu korban lainnya untuk resmi melapor ke Mapolres RL agar segera bisa ditindaklanjuti,” ujar Kasat. Dikatakan Rudi, berdasarkan pengalaman, hampir 80 persen pelaku atau tersangka pencabulan anak di bawah umur sesama jenis pernah menjadi korban aksi yang serupa. “Kebiasaan dan rasa ingin tahu para korban sodomi inilah yang biasanya menjadi motivasi bagi pelaku untuk mencoba hal sama. Kebanyakan, pelaku memang pernah menjadi korban,” ujar Rudi. Pemeriksaan terhadap YT, kemarin berlangsung intensif. YT yang diketahui kelahiran Kabupaten Musirawas itu diperiksa intensif di ruangan PPA RL. secara satu persatu, petugas juga melakukan pemeriksaan terhadap korban – korban aksi bejat YT. Untuk diketahui, selain rekan satu sekolah anak YT, korban juga mayoritas merupakan anak tetangga di kediaman YT. (999)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: