Kuota Haji Tetap Dipangkas

Kuota Haji Tetap Dipangkas

\"RIO-PLT BENGKULU, BE - Pemangkasan atau pengurangan kuota jemaah haji sebesar 20 persen akan terus berlanjut hingga 2015 mendatang. Pemangkasan itu dikarenakan tempat melaksanakan haji di Mekkah masih direnovasi dan diperkirakan selesai tahun depan. Tahun ini Provinsi Bengkulu mendapatkan kuota sebenyak 1.14 calon jemaah haji, tetapi jumlah yang akan diberangkatkan hanya 1.292 orang setelah dikurangi 20 persen. \"Pengurangan 20 persen itu berlaku selama 3 tahun, terhitung sejak 2013 lalu dan akan berakhir 2015 mendatang. Untuk tahun ini, kuota kita setelah dikurangi 20 persen berjumlah 1.292 calon jemaah, itu sudah termasuk Tim Pendamping Haji Daerah (TPHD) sebanyak 15 orang,\" ungkap Kabid Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Provinsi Bengkulu, Drs H Zahdi Taher MH dalam rapat evaluasi pelaksanaan haji 2013 di gedung serba guna pemprov Bengkulu, kemarin. Jumlah tersebut terbagi di 10 kabupaten/kota se Provinsi Bengkulu, Kota Bengkulu sebanyak 244 orang, Bengkulu Utara dan Benteng 230 orang, Mukomuko 140 orang, Rejang Lebong sebanyak 184 orang, Kepahiang sebanyak 86 orang dan Lebong 72 orang. Selanjutnya, Seluma sebanyak 135 orang, Bengkulu Selatan sebanyak 101 orang serta Kaur sebanyak 85 orang \"Kuota untuk masing-masing kabupaten/kota itu sudah dibagi secara merata berdasarkan jumlah pendaftarnya. Sedangkan jumlah daftar tunggu hingga saat ini mencapai 16 ribu lebih dengan masa tunggu berkisar antara 6 hingga 8 tahun,\" ujarnya. Untuk itu, Kemenag meminta Pemerintah Provinsi Bengkulu agar segera memiliki bandara internasional agar kuota jemaah haji Bengkulu bisa ditingkatkan. Karena kuota jemaah haji yang telah memiliki embarkasi sendiri minimal 4.000 jemaah. \"Sedangkan syarat lain untuk menjadi embarkasi penuh adalah bandara Bengkulu harus menjadi bandara internasional terlebih dahulu,\" sampainya. Dibagian lain, Plt Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Drs H Sumardi MM mengatakan, bahwa pihaknya tidak bisa berbuat banyak dengan kuota yang cukup terbatas itu, karena kuota ditentukan oleh pemerintah Saudi Arabia yang selanjutnya dibagi oleh pemerintah Republik Indonesia. Untuk itu, ia pun meminta kepada masyarakat yang sudah mendaftar sejak beberapa tahun terakhir namun belum juga berangkat untuk bersabar, karena jumlah penduduk Bengkulu yang mendaftar cukup banyak. \"Mohon bersabar, karea kuota yang kita peroleh sangat terbatas,\" pintanya. Terkait pelaksanaan ibadah haji tahun lalu, Sumardi mengaku sudah cukup baik dan tidak ada jemaah yang merasa tidak puas. Hanya saja masih terdapat kekurangan, seperti nasi yang dikonsumsi jemaah sedikit berbau. Dan ia meminta agar kekurangan tahun lalu dapat diperbaiki tahun ini, sehingga pelaksanaannya semakin baik dan berkualitas. \"Yang juga menjadi kendala tahun lalu adalah persoalan listrik yang belum mencukupi di asrama haji, tahun ini akan disiapkan genset,\" ungkapnya. Menurutnya, listrik yang disediakan saat penyelengaraan haji tahun lalu hanya 4.000 KVA dan tidak mencukupi untuk semua bidang. \"Kita minta agar ditambah daya atau disediakan genset, agar ketika penyelengaraan haji tercukupi,\" ujarnya.

Hindari Eksodus Sumardi juga meminta semua pihak untuk jujur dan adil dalam penyelenggaraan haji tahu ini, terutama untuk menghindari eksodus yang dapat merugikan jemaah yang sudah lama mendaftar. Menurutnya, jemaah dikatakan eksodus bila berasal dari luar provinsi, jika masih dalam Provinsi Bengkulu belum dikatakan eksodus dan masih sah sebagai jemaah haji asal Bengkulu. \"Kepala semua pihak kita minta untuk jujur agar tidak ada jemaah yang eksodus,\" pintanya.

Tetapkan TPHD Pemerintah Provinsi Bengkulu akan menetapkan Tim Pendamping Haji Daerah (TPHD) pada Juni mendatang. Selama ini TPHD tersebut hanya berasal dari kalangan pejabat pemprov, namun tahun ini akan diselesi secara profesional. \"Jumlah TPHD itu ada 15 orang, tahun lalu 10 orang diantaranya merupakan orang tertentu dan hanya 5 orang yang murni. Tapi tahun ini akan kita balik, 10 orang murni dari kalangan ustad atau tokoh agama, sedangkan 5 orang lainnya baru dari orang Pemprov,\" akunya. Kendati demikian, Sumardi mengaku belum memiliki nama-nama pejabat yang bakal menjadi TPHD tersebut. \"Orangnya belumnya ada, kalau pejabat eselon II silahkan ikut antri saja sama seperti jemaah lainnya,\" pungkas Sumardi.(400)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: