Peran Akupunktur Medik untuk Atasi Gejala Stroke

Dengan stimulasi yang tepat, terapi ini dapat membantu mengurangi kekakuan otot, meningkatkan fungsi motorik, serta mendukung kesehatan mental pasien pasca-stroke--
BENGKULUEKSPRESS.COM - Pengobatan stroke tidak hanya bergantung pada terapi medis konvensional, tetapi juga dapat didukung dengan metode komplementer seperti akupunktur medik. Terapi ini semakin banyak digunakan untuk membantu mengurangi gejala stroke, seperti kelumpuhan, gangguan bicara, dan masalah kognitif, sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup pasien.
stroke sendiri terbagi menjadi dua jenis, yaitu iskemik dan hemoragik. stroke iskemik terjadi akibat penyumbatan pembuluh darah di otak, sementara stroke hemoragik disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah yang memicu perdarahan di dalam otak. Memahami perbedaan ini penting agar terapi yang diberikan lebih tepat dan efektif.
BACA JUGA:7 Makanan Anti Inflamasi yang Bisa Dikonsumsi Rutin
Akupunktur Medik Untuk Stroke
Akupunktur medik merupakan terapi yang dilakukan dengan merangsang titik-titik tertentu di tubuh menggunakan jarum tipis untuk memperbaiki fungsi saraf dan meningkatkan aliran darah. Pada pasien stroke, terapi ini diyakini dapat membantu regenerasi jaringan saraf yang rusak, memperlancar sirkulasi darah ke otak, serta mengurangi peradangan yang dapat memperparah kondisi pasien.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa akupunktur juga berperan dalam mengoptimalkan fungsi motorik, meredakan ketegangan otot, dan mempercepat proses pemulihan pasca-stroke. Rangsangan yang dihasilkan dari tusukan jarum ini dapat memicu pelepasan zat kimia dalam tubuh, seperti endorfin, yang memiliki efek antiinflamasi dan pereda nyeri, sehingga membantu pasien dalam proses rehabilitasi.
BACA JUGA:Ini Dia Pilihan Sayuran yang Kaya Kandungan Vitamin C!
Saat menjalani terapi akupunktur, pasien akan diperiksa terlebih dahulu oleh dokter akupunktur untuk menilai kondisi tubuh, termasuk melalui pemeriksaan lidah dan denyut nadi. Selama sesi terapi, pasien diminta berbaring dalam posisi yang sesuai dengan area yang akan diterapi, lalu jarum steril sekali pakai dimasukkan secara perlahan ke titik-titik yang diyakini dapat memberikan manfaat. Proses ini biasanya berlangsung sekitar 30 menit, dan umumnya diperlukan hingga 12 sesi untuk mendapatkan hasil optimal.
Manfaat Akupunktur Medik Untuk Stroke
Akupunktur bekerja dengan merangsang titik-titik tertentu di tubuh guna memperbaiki fungsi saraf, meningkatkan aliran darah, serta mengoptimalkan proses regenerasi jaringan otak yang terdampak akibat stroke.
1. Mengurangi Kekakuan Otot dan Nyeri
Pasien stroke sering mengalami spastisitas atau kekakuan otot yang menghambat pergerakan. Akupunktur dapat membantu mengurangi ketegangan ini, sekaligus meredakan nyeri kronis yang sering muncul setelah serangan stroke. Dengan demikian, pasien dapat lebih mudah beradaptasi dalam proses rehabilitasi dan meningkatkan kualitas hidupnya.
BACA JUGA:Kapolda Bengkulu Pantau Pos Terpadu dan Bersih-Bersih Pantai Panjang
2. Meningkatkan Fungsi Motorik dan Bicara
Stroke dapat mengganggu kemampuan bergerak serta berbicara karena adanya gangguan pada saraf pusat. Stimulasi melalui titik-titik akupunktur di tubuh, telinga, dan kepala dipercaya mampu merangsang area otak yang bertanggung jawab atas pergerakan dan komunikasi. Hal ini memungkinkan pasien untuk mendapatkan kembali kontrol terhadap fungsi tubuhnya dengan lebih optimal.
3. Membantu Mengatasi Stres, Depresi, dan Gangguan Tidur
Banyak pasien stroke mengalami tekanan psikologis yang berujung pada stres dan depresi. Akupunktur memiliki efek menenangkan yang dapat membantu mengurangi kecemasan serta memperbaiki suasana hati. Selain itu, terapi ini juga dapat meningkatkan kualitas tidur yang seringkali terganggu akibat ketidaknyamanan fisik dan emosional pasca-stroke.
4. Mendukung Pengobatan Penyerta dan Mempercepat Pemulihan
Selain membantu pemulihan saraf, akupunktur juga berpotensi dalam mengatasi kondisi kesehatan lain yang sering menyertai stroke, seperti tekanan darah tinggi, diabetes, dan kolesterol tinggi. Pada kasus stroke iskemik, terapi ini dapat diberikan segera untuk mendukung pemulihan. Sementara itu, bagi pasien stroke perdarahan, terapi dapat dimulai setelah kondisi stabil, biasanya dalam dua hingga tiga minggu pasca-serangan.
BACA JUGA:Menyerahkan Diri ke Polisi, Pelaku Ngaku Bacok Ayah Tiri karena Dendam
Prosedur Akupunktur Medik Untuk Stroke
Langkah-langkah terapi akupunktur untuk stroke dilakukan secara sistematis oleh tenaga medis yang terlatih guna memastikan efektivitas serta keamanannya. Berikut adalah tahapan penting dalam prosedur akupunktur medik untuk stroke:
1. Evaluasi Kondisi Pasien
Sebelum terapi dimulai, dokter akan melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk menilai kondisi pasien dan menentukan titik akupunktur yang sesuai. Proses evaluasi ini penting untuk memastikan bahwa terapi diberikan dengan tepat sesuai dengan bagian tubuh yang terkena dampak stroke.
2. Penentuan dan Penyisipan Jarum Akupunktur
Setelah titik-titik akupunktur ditentukan, dokter akan memasukkan jarum halus ke area yang telah dipilih. Pasien biasanya diminta untuk duduk atau berbaring dalam posisi yang nyaman selama proses ini. Jarum akan dibiarkan selama 20-40 menit untuk memberikan efek terapeutik yang optimal.
BACA JUGA:Kesemutan Sering Mengganggu Aktivitas, dr Zaidul Akbar Bagikan Ramuan Alami untuk Mengatasinya
3. Stimulasi Tambahan untuk Hasil Maksimal
Dalam beberapa kasus, terapi dapat dikombinasikan dengan stimulasi listrik ringan atau manipulasi manual pada jarum untuk meningkatkan respons saraf dan otot. Teknik ini bertujuan untuk mempercepat proses pemulihan serta meningkatkan efektivitas terapi.
4. Pemantauan dan Evaluasi Berkala
Setelah sesi akupuntur selesai, dokter akan memantau respons pasien terhadap terapi yang telah diberikan. Evaluasi berkala dilakukan untuk melihat perkembangan kondisi pasien serta menyesuaikan metode pengobatan jika diperlukan. Berbagai manfaat akupunktur medik dalam membantu pemulihan pasien stroke menjadikannya pilihan terapi komplementer yang patut dipertimbangkan.
BACA JUGA:Bagaimana Hukum Ziarah Kubur di Hari Lebaran? Berikut Penjelasan Ustaz Adi Hidayat
Dengan stimulasi yang tepat, terapi ini dapat membantu mengurangi kekakuan otot, meningkatkan fungsi motorik, serta mendukung kesehatan mental pasien pasca-stroke. Namun, efektivitas akupunktur tetap bergantung pada kondisi masing-masing individu, sehingga penting untuk berkonsultasi dengan tenaga medis profesional sebelum menjalani terapi. (bee)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: