Ini Dia Bahaya Menggunakan Ban Vulkanisir!

Ini Dia Bahaya Menggunakan Ban Vulkanisir!

Jika ban vulkanisir kamu diberi tekanan angin yang nggak sesuai, maka kemungkinan besar ban tersebut mudah meledak. --

BENGKULUEKSPRESS.COM - Selain dari ban orisinil keluaran pabrik, jenis ban yang satu ini masih banyak digunakan oleh masyarakat untuk mengakali harga yang lebih murah. Mengingat ban orisinil keluaran dari pabrik dijual dengan harga yang mahal, pengguna kendaraan pun memilih ban vulkanisir ini untuk motor atau mobil mereka.

Sama seperti yang kita tahu, ban merupakan komponen penting pada kendaraan yang berpengaruh pada keamanan dan kenyaman berkendara. Oleh karena itu, pengguna kendaraan wajib untuk memperhatikan kondisi ban dan menggantinya saat ban tersebut sudah dalam kondisi nggak layak. Terlebih lagi, menggunakan ban vulkanisir juga nggak aman untuk pengemudi dan penumpang, loh.

BACA JUGA:Dempo Xler Menyatakan Maju Pilgub Bengkulu Jalur Independen

Sebelum membahas lebih jauh, sebaiknya kamu ketahui dulu apa itu ban vulkanisir. Jenis ban ini merupakan ban bekas yang dilapisi dengan kompon atau lapisan baru bermaterial karet dari serat lain, sehingga terlihat seperti ban baru pada umumnya. Tapi, ban yang digunakan untuk vulkanisir ini adalah ban orisinil yang memiliki batin sudah gundul atau menipis.

Memang saat melewati proses finishing, bentuk dan desain pada ban vulkanisir ini sangat mirip dengan ban orisinil keluaran dari pabrik, loh. Meski begitu, kekuatan pada ban vulkanisir ini nggak sebagus dengan ban orisinil pada umumnya. Selain itu, ban vulkanisir ini juga bisa dibedakan dengan melihat panjang karet-karet sisa yang berukuran kecil dan biasanya terlihat lebih pendek.

Bukan cuma itu, untuk ban vulkanisir ini juga memiliki harga yang lebih murah atau tepatnya separuh dari harga ban orisinil keluaran pabrik. Kamu juga bisa lihat ciri lainnya pada ban vulkanisir, yaitu letak logo indikator keausan atau ITW, yang mana berada sejajar dengan alur ban. Sementara untuk ban orisinil berada di bagian pinggir dan berdekatan dengan tapak ban.

Disamping itu, mungkin diantara kamu masih bertanya apakah ban vulkanisir dan ban suntikan ini sama. Ternyata, kedua jenis ban tersebut berbeda. Pada teknik vulkanisir ini dilakukan dengan memasang telapak baru untuk ban lama. Maka dari itu, ban vulkanisir ini sangat nggak diperbolehkan sesuai dengan peraturan departemen perhubungan per tahun 2015, ya.

BACA JUGA:Pentingnya Daftar HAKI Bagi Pengusaha dan Perusahaan

Bahaya Menggunakan Ban Vulkanisir
Memang penggunaan ban vulkanisir ini membuat kamu nggak perlu mengeluarkan budget yang lebih banyak seperti menggunakan ban orisinil. Tapi, perlu kamu tahu kalau menggunakan ban ini dapat menimbulkan resiko yang besar bagi pengendara. Bahkan, penggunaan ban ini bisa menyebabkan kecelakaan di jalan raya, loh.

Adapun bahaya menggunakan ban vulkanisir ini bisa kamu cek di bawah ini, ya:

1. Keseimbangan Kendaraan Nggak Stabil
Keuntungan menggunakan ban ini memang ada, yaitu mendapatkan harga yang lebih murah. Tapi, ada juga kerugian yang ditimbulkan dari menggunakan bank vulkanisir pada kendaraan kamu, salah satunya membuat keseimbangan kendara jadi nggak stabil. Kamu juga harus tahu, posisi tapak ban ini memang berbeda dengan ban orisinil dari keluaran pabrik dan yang baru.

Hal itu dikarenakan, posisi tapak ban ini nggak seimbang dengan ada di ban orisinil, sehingga nggak seimbang pada kendaraan kamu dan juga diakibatkan oleh pemasangan secara manual ataupun cuma sebisanya aja, ya. Terlebih lagi, biasanya ban ini memiliki permukaan yang lebih keras daripada yang ada di ban orisinil pada umumnya, nih.

BACA JUGA:Ide Jualan Makanan Online yang Kreatif dan Menguntungkan

2. Bisa Menyebabkan Pecah Ban
Sebenarnya, ban vulkanisir ini adalah ban bekas yang didaur ulang kembali dengan dilapisi karet agar terlihat seperti ban baru atau ban orisinil. Secara sekilas memang bentuk ban ini terlihat sama seperti ban pada umumnya, namun kalau diperhatikan pada bagian alurnya sudah gundul atau botak ataupun menipis.

Oleh karena itu, penggunaan ban ini bisa menyebabkan ban kamu mengalami pecah, selip, dan menyebabkan kecelakaan di jalanan. Memang dari tingkat ketahanan, ban ini juga beragam, namun secara rata-rata ban ini memiliki usia kurang lebih 80% daripada ban orisinil. Misalnya, ban orisinil mampu bertahan dengan jarak 100 ribu km, sedangkan untuk ban vulkanisir cuma mampu sekitar 80 ribu km aja, nih.

3. Berdampak Ban Meledak
Bukan cuma ban yang pecah, penggunaan ban ini juga bisa membuat ban kamu jadi meledak saat berkendara di jalanan raya. Hal ini dikarenakan kondisi tapak pada ban vulkanisir yang dibuat kembali dan menyebabkan permukaan ban menjadi semakin tipis serta rentan terhadap bocor atau bahkan sobek.

BACA JUGA:Xiaomi POCO F5: Ponsel Mid-Range Terbaik dan Berkelas

Selain itu, jika ban vulkanisir kamu diberi tekanan angin yang nggak sesuai, maka kemungkinan besar ban tersebut mudah meledak. Memang di awal penggunaan ban ini nggak terlalu terasa, namun saat dipakai dalam waktu tertentu bisa membuat kendaraan kamu kurang nyaman dikemudikan.Terlebih lagi, jenis ban ini mudah ‘hamil’ atau muncul benjolan, terutama pada kondisi jalan bergelombang atau nggak rata, loh.

4. Kondisi Tapak Ban yang Mengelupas
Sesuai yang disinggung sebelumnya, tingkat kekuatan pada ban ini memang kurang baik dan hal itu bisa membuat tapak ban jenis ini jadi mudah mengelupas. Kondisi ini sama seperti pada dinding ban, yang mana bisa menimbulkan bahaya dan kemungkinan terjadi kecelakaan di jalan raya. Bahkan, kondisi tapak ban yang mengelupas ini bisa mengalami terjadinya kebocoran, loh.

BACA JUGA:Ini Dia Penyebab Wa Bisnis Error Dan Bagaimana Mengatasinya?

Bayangkan, kalau ada kondisi bagian tapak ban yang hilang bisa membuat pengendara kehilangan traksi, terutama di kondisi jalan yang basah. Apalagi, dengan kondisi tapak ban yang terkelupas mungkin bisa jadi lebih parah. Maka dari itu, disarankan untuk kamu menggunakan ban orisinil yang memang buatan dari pabrik dan ban baru untuk mengurangi tingkat kecelakaan di jalanan, ya.

5. Mudah Tergelincir
Bahaya lainnya saat menggunakan ban vulkanisir adalah mudah mengalami tergelincir. Hal ini masih berhubungan dengan penjelasan sebelumnya, yang mana saat kondisi jahitan atau lem pada tapak ban terkelupas. Hal ini bisa menyebabkan mobil sulit untuk dikendalikan untuk kecepatan tertentu. Bahkan, resiko terbesarnya adalah mobil kamu bisa tergelincir saat berada di jalan menikung.

Selain itu, di jalanan yang kondisi basah penggunaan ban ini membuat pengemudi sulit untuk mengendalikan setir dan kehilangan keseimbangan. Oleh karenanya, setiap pengendara harus menggunakan ban orisinil dari pabrik atau ban baru yang layak untuk dipakai. Meski harganya yang lebih mahal, keselamatan dan kenyamanan kamu saat berkendara adalah yang terpenting, ya.(**)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: