Asnawi Berniat Mundur

Asnawi Berniat Mundur

\"_DSC0488\"BENGKULU,BE - Hubungan memanas antara Gubernur H Junaidi Hamsyah dengan Sekretaris Provinsi (Sekprov) Drs H Asnawi A Lamat MSi akan memasuki babak baru. Setelah mengetahui tidak diusulkan menjadi calon wakil gubernur (Cawagub) oleh gubernur, Asnawi berniat mundur dari jabatannya sebagai Sekprov.

Dia berancang-ancang akan berlabuh ke Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan akan mendaftar sebagai  calon legislatif (caleg) dari PPP untuk DPRD Provinsi daerah pemilihan (Dapil) Bengkulu Selatan (BS)-Kaur. Hal ini diungkapkan Asnawi, saat diwawancarai wartawan di Bandara Fatmawati, disela-sela menjemput kedatangan Ketua Umum DPP PPP Surya Darma Ali. \"Saya sudah niat mundur dari Sekprov dari sepekan yang lalu. Tapi, sampai saat ini belum saya putuskan. Saya masih menimbang baik buruknya keputusan ini. Apakah saya akan pensiun lebih awal, atau menunggu Agustus,\" kata Asnawi.

Dia mengatakan sejak setahun yang lalu sudah memikirkan beberapa alternatif menjelang jabatannya akan berakhir. Alternatif tersebut antara lain pensiun hingga masa akhir jabatan (Agustus), mendaftar sebagai wakil gubernur, dan ikut berjuang melalui jalur legislatif.

\"Alternatif kedua (Wagub) masih berjuang belum final, apa salahnya saya memikirkan alternatif ke tiga (legislatif). Yang soal menuju Wagub, kita masih berjuang saat ini,\" katanya. \"Jadi kita sudah punya alternatif-alternatif seperti itu. Bukan karena tidak diusung PAN.\"

Mantan Kepala Dishubkominfo Provinsi Ir Ali Berti LN, yang menjadi caleg dari PPP Dapil Kota Bengkulu ini membenarkan jika Sekprov Asnawi A Lamat sedang melakukan penjajakan untuk menjadi Caleg PPP. Sebelumnya sudah ada 7 mantan birokrat yang sudah bergabung ke PPP, antara lain Mantan Kadisparbud Drs Darusalam (Dapil Kepahiang), mantan Kadishubkominfo Provinsi Ali Berti (Dapil Kota), Mantan Sekprov Drs Hamsir Lair (Dapil Seluma), Mantan Inspektorat Suryagani (Dapil RL-Lebong,  Mantan Sekprov Salman Rupni (Dapil Bengkulu Utara-Benteng).

\"Masih ada beberapa mantan birokrat yang masih melakukan komunikasi,\" kata Ali. Ditambahkan Mantan Sekprov Drs Hamsir Lair, yang juga sebagai caleg DPRD Provinsi dari PPP Dapil Selama mengatakan sudah saatnya kembali ke rumah tua (Parpol PPP). \"Kita yang tua-tua ini kembali ke rumah tua,\" ujarnya.

Ngotot Temui SBY Sementara itu Gubernur Junaidi Hamsyah mengatakan belum akan menyerahkan Cawagub ke DPRD Provinsi sebelum ketemu Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Dia mengatakan surat untuk bertemu sudah diserahkan pada 4 Maret lalu, saat ini belum ada balasan. \"Jadi, sebelum saya bertemu dengan Keta Dewan Majelis Tinggi Demokrat, saya belum akan menyerahkan rekomendasi ini ke DPRD Provinsi,\" katanya.

Dia menegaskan, dirinya juga punya hak untuk menentukan cawagub,\"Mohon hormati, sebagai daerah otonom saya juga punya hak,\" tegasnya.

Hal ini disampaikan disaat menerima Ketua DPW PAN Provinsi H Helmi Hasan dan jajarannya di  Kantor Gubernur Bengkulu. Helmi diterima oleh Gubernur H Junaidi didampingi Asisten I Drs Sumardi MM, Asisten III Drs Herry Syahrial MSi, Kepala Biro Administrasi Pemerintahan Drs Hamka Sabri, Kadishubkominfo Provinsi Drs Eko Agusrianto.

Junaidi mengatakan,  selama ini bukan menolak tiga nama cawagub yang diserahkan oleh Demokrat. Tetapi, mempertanyakan proses seleksi tiga nama tersebut, sebab dirinya selaku gubernur tidak dilibatkan melakukan rekrutmen calon wagub, sebagaimana dilakukan PAN. \"Apa yang disampaikan Ketua DPW PAN, sudah jelas mekanismenya seperti itu. Menghormati keputusan Demokrat. Ini prosedur yang dilakukan PAN,\" katanya. \"Saya tidak menolak tiga nama ini. Tapitidak sebagaimana PAN,  saya tidak pernah diajak bicara oleh demokrat,\" katanya.

Di sisi lain, Ketua DPW PAN Provinsi Helmi Hasan SE menyerahkan secara langsung rekomendasi cawagub dari parpol koalisi PAN dan Demokrat.

Sedangkan, Ketua DPD Demokrat Edison Simbolon yang dijadwalkan ikut menyerahkan rekomendasi cawagub itu berhalangan hadir karena masih di Jakarta. Dikatakan Helmi Hasan, sesuai dengan mekanisme cawagub harus diserahkan secara bersama-sama oleh parpol koalisi. Tidak bisa dilakukan secara sendiri-sendiri olah parpol. \"Tiga nama yang diusulkan yakni Sultan, Edison, dan Dian,\" katanya.

Helmi mengatakan pencalonan tiga nama tersebut sudah sesuai dengan hasil keputusan DPP PAN, sehingga DPW PAN Provinsi Bengkulu mengamankan rekomendasi tersebut. Proses seleksi cawagub sudah dilakukan sedemikian rupa, dengan menampung semua aspirasi yang berkembang di masyarakat. \"Tapi, DPP memiliki pertimbangan sendiri, sehingga  diputuskan tiga nama ini, karena harus menghormati partai koalisi, dimana partai Demokrat mengusulkan tiga nama tersebut,\" katanya.

Terkait dengan sikap Junaidi yang belum akan menyerahkan rekomendasi cawagub tersebut kepada DPRD Provinsi, Helmi mengatakan belum bisa mengomentari. \"Kita tunggu sajalah. Beliau akan menemui presiden, ya kita hargai saja itu,\" katanya. Sebelumnya Helmi mengatakan, Junaidi adalah reprersentatif dari PAN. Sehingga, segala keputusan partai, harus ditaatinya. \"Jika beliau merasa reprentatif PAN, saya rasa tidak ada alasan untuk tidak menjalankan keputusan partai,\" pungkasnya. (100)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: