Jejak Berdarah Egianus Kogoya, Panglima KKB Papua yang Dikenal Brutal

Jejak Berdarah Egianus Kogoya, Panglima KKB Papua yang Dikenal Brutal

Egianus Kogoya Panglima KKB Papua --

BENGKULUEKSPRESS.COM - Egianus Kogoya adalah Panglima Komando Daerah Perang III Ndugama yang merupakan bagian dari Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat. Usianya baru 24 tahun.

Kogoya merupakan pemimpin KKB Papua di Kabupaten Nduga. Ia merupakan putra dari seorang tokoh OPM Silas Kogoya yang telah meninggal dunia. 

Kelompok bersenjata yang dipimpin oleh Egianus Kogoya ini merupakan satu dari tujuh kelompok bersenjata yang masih aktif di Papua.

Penyerangan terhadap satgas penyelamat pilot Susi Air bukanlah kekejaman kelompok Egianus Kogoya satu-satunya.

Kelompok Egianus bertanggung jawab atas beberapa penyerangan terhadap berbagai pihak yakni dari pilot hingga warga sipil sekalipun.

BACA JUGA:TNI Sebut KKB Papua Sudah Terjepit: Panik Bubar Kocar-Kacir

BACA JUGA:Gaji 13 Dicairkan Bulan Juli, Ini Daftar Penerimanya

KKB yang dipimpin oleh Egianus pernah menembak pesawat Twin Otter PK-HVU milik maskapai Dimonim Air dengan rute Timika-Kenyam yang terbang pada 2018 lalu. Akibatnya, kopilot Irene Nur Fadila terluka.

Masih pada tahun yang sama, Egianus menyerang pesawat milik Trigana yang membawa logistik pemilu dan aparat keamanan. Peristiwa itu lantas melukai punggung pilot Kapt Ahmad Kamil.

Egianus juga sempat melakukan penyerangan terhadap warga Kenyam hingga mengakibatkan tiga orang meninggal, yakni Hendrik Sattu Kolab, Martha Palin, dan Zainal Abidin.

Sungguh kejam, sebab penyerangan tersebut juga melukai anak Hendrik yang masih berumur 6 tahun.

Egianus juga sempat menyandera 15 orang guru dan tenaga kesehatan di Distrik Mapenduma pada 3-17 Oktober 2018. Pasukan Egianus juga melakukan beberapa kejahatan seksual terhadap tenaga kesehatan yang bertugas di sana.

BACA JUGA:Hindari Kepungan KKB, Pratu F Gugur Setelah Terjun ke Jurang Sedalam 140 Meter

BACA JUGA:Berlaku Mulai 26 April: Jam Kerja PNS Terbaru Masuk Pukul 07.30, Istirahat 30 Menit

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: