HONDA BANNER

Sopir Truk Asal Kepahiang Bengkulu Ditemukan Tewas di Rest Area Bogeg Serang

Sopir Truk Asal Kepahiang Bengkulu Ditemukan Tewas di Rest Area Bogeg Serang

Sopir truk asal Kepahiang ditemukan tewas di samping truknya-IST-

SERANG, BENGKULUEKSPRESS.COM – Seorang sopir truk asal Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu, ditemukan meninggal dunia di kawasan Rest Area Bogeg, Cipocok Jaya, Kota Serang, Minggu pagi (1/2/2026). Korban yang diketahui bernama Adi Ramdani (25) ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di samping truk bernomor polisi BE 8105 ZX yang dikendarainya.

Kapolsek Cipocok Jaya, AKP Juwandi, mengonfirmasi bahwa jasad korban pertama kali ditemukan oleh petugas keamanan (security) rest area sekitar pukul 07.00 WIB. Saat ditemukan, korban sudah dalam posisi tergantung pada seutas tali yang terikat di bagian samping truk.

"Jasad korban ditemukan tadi pagi sekira pukul 07.00 WIB oleh sekuriti rest area," ujar AKP Juwandi saat dikonfirmasi, Senin (2/2/2026).

Petugas keamanan kemudian segera membangunkan kernet truk bernama Reza, yang saat itu tengah tertidur lelap di dalam kabin. Berdasarkan keterangan saksi, sebelum kejadian, korban diketahui beristirahat terlebih dahulu sekitar pukul 01.30 WIB, disusul oleh Reza.

BACA JUGA:Ketum HIPMI Bengkulu Yosia Yodan Berbagi Ilmu Kewirausahaan di Universitas Tokyo

BACA JUGA:Pengendara Wajib Tahu, Operasi Keselamatan Nala 2026 di Bengkulu Selatan Dimulai

Pihak kepolisian yang tiba di lokasi langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengevakuasi jasad korban ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Polda Banten untuk proses pemeriksaan lebih lanjut.

“Dari laporan yang kami terima, kami langsung ke lokasi dan berkoordinasi dengan tim forensik RS Bhayangkara,” tambah mantan Kanit PPA Polres Serang tersebut.

Terkait motif aksi nekat tersebut, AKP Juwandi menjelaskan bahwa berdasarkan keterangan dari kernetnya, korban diduga tengah terjerat masalah utang piutang. Bahkan, korban disebut telah beberapa kali mengutarakan niat untuk mengakhiri hidupnya kepada saksi.

“Diduga masalah utang. Menurut pengakuan kernetnya, korban sudah beberapa kali mengutarakan keinginan untuk mengakhiri hidup,” jelas Juwandi.

Saat ini, pihak kepolisian masih mendalami kasus tersebut sembari berkoordinasi dengan pihak keluarga di Kepahiang, Bengkulu, untuk proses pemulangan jenazah.(**)

DISCLAIMER: Masalah depresi dan pikiran untuk mengakhiri hidup adalah hal serius. Jika Anda atau orang di sekitar Anda mengalami tekanan mental, segera hubungi layanan profesional kesehatan jiwa atau fasilitas kesehatan terdekat.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: