Prodi Jurnalitisk Unib Bahas Ilmu Antropologi dengan Dialog Kebangsaan

Prodi Jurnalitisk Unib Bahas Ilmu Antropologi dengan Dialog Kebangsaan

Dialog Kebangsaan yang digelar oleh Prodi S1 Jurnalistik Fisip Unib-(foto: tri yulianti/bengkuluekspress.disway.id)-

BENGKULU, BENGKULUEKSPRESS.COM - Dialog kebangsaan dengan mengangkat tema membentuk mahasiswa yang mencintai tanah air melalui Ilmu Antropologi yang digagas oleh Program Studi (Prodi) S1 Jurnalitistik Universitas Bengkulu (Unib) sukses digelar pada Jumat kemarin (30/9/2022).

Kegiatan ini  bekerjasama dengan Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi (ASPIKOM) Korwil Bengkulu serta Laboratorium Multimedia Komunikasi dan Jurnalistik yang menghadirkan ratusan mahasiswa se Provinsi Bengkulu yang diikuti secara offline maupun online.

Bertempat diruang 11 Gedung Belajar Bersama Fisip Unib, dialog kebangsaan itu dibuka langsung oleh Dekan FISIP Universitas Bengkulu Dr. Yunilisiah.,M.Si dan dihadiri Ketua ASPIKOM Korwil Bengkulu  Dr Dhanurseto Hadiprashada S.IP., M.Si yang juga ikut serta menginisiasi acara dialog kebangsaan tersebut.

Dialog ini menghadirkan tiga pemateri diantaranya, Sri Dwi Fajarini,M.I.kom selaku ketua prodi S1 Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Bengkulu, Harry Siswoyo, SE selaku ketua AJI Bengkulu (Aliansi Jurnalist Independent),dan Junaidi Arfian Kasip selaku Ketua DPD Demokrat Indonesia Provinsi Bengkulu, Direktur Institut Merah Putih Bengkulu dan Ketua Harian Pengurus Provinsi Bengkulu Federasi Arung Jeram Indonesia.

BACA JUGA:Ahmad Albert, Mahasiswa Unib Dinobatkan Sebagai Pemuda 1 Pupan Bengkulu 2022 

Disampaikan panitia penyelenggara, Bahtiar, output dari kegiatan ini adalah membentuk mahasiswa khususnya di wilayah Bengkulu untuk lebih mencintai tanah air, membentuk kebutuhan informasi yang lengkap terkait sinergisitas akademik kepada masyarakat dan mahasiswa di Bengkulu, terlebih dalam pendekatan Jurnalistik, Komunikasi dan Kesejahteraan Sosial masyarakat dalam aplikasi keilmuan antropologi.

"Dengan dialog ini pemuda-pemudi khususnya mahasiswa dapat mendalami ilmu antropologi dengan baik karna ilmu ini mencakup banyak hal, serta diterapkan lingkungan masyarakat," kata Bahtiar, Sabtu (1/10/2022).

Sementara itu, Harry Siswoyo selaku pemateri mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa S1 Jurnalistik Fisip Unib. Menurutnya, ilmu antropologi dapat dilihat dengan berbagai prespektif. 

Sehingga perlu adanya kegiatan lanjutan yang diharapkan dapat memaksimalkan peran mahasiswa dalam mencintai tanah air.

"Ini salah satu hal yang bagus akan lebih baik jika diperbanyak lagi event seperti ini, apalagi kita jurnalis harus bisa mengaplikasikan praktek  tidak hanya teori saja mungkin nanti kedepannya bisa dilanjutkan dengan tema yang lebih spesifik lagi,kalau kali ini soal antropologi kedepannya mungkin kita bisa bahas tentang cek fakta, jurnalism, etnojurnalism, hingga kepenulisan," pungkas Harry.

Diakhir sesi dialog kebangsaan, sejumlah mahasiswa melontarkan pertanyaan yang kemudian membentuk forum diskusi bersama. Selain itu, dialog juga ditutup dengan pemberian cinderamata oleh pihak panitia penyelenggara ke pemateri. (TRI).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: