Bisa Bahasa Rejang, Gratis Masuk Suban

Bisa Bahasa Rejang, Gratis Masuk Suban

CURUP, Bengkulu Ekspress - Sebagai bentuk dukungan dalam pelestarian budaya khususnya Bahasa Rejang.Pengelola objek wisata pemandian Suban Air Panas yang ada di Kecamatan Curup Timur akan menggratiskan pengunjung yang bisa menggunakan bahasa Rejang.\"Sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian Bahasa Rejang, kita akan menggratiskan tiket masuk ke Pemandian Suban Air Panas bagi pengunjung yang bisa berbahasa Rejang,\" sampai pengelola objek wisata Suban Air Panas, Surya ST.

Menurut politisi PDI Perjuangan yang juga Wakil Ketua I DPRD Rejang Lebong tersebut, gratis masuk kawasan Suban Air Panas bagi masyarakat yang bisa menggunakan Bahasa Rejang, sebagai bentuk dukungan mereka terhadap pelestarian Bahasa Rejang.

Karena menurutnya saat ini Bahasa Rejang sudah mulai ditinggalkan masyarakat khususnya masyarakat Rejang yang ada di Kota Curup dan Kabupaten Rejang Lebong.Hanya saja menurut Surya, gratis tiket masuk Objek Wisata Suban Air Panas tersebut dikhususkan bagi masyarakat yang memiliki garis keturunan Suku Rejang.

\"Dari pengamatan saya, saat ini Bahasa Rejang mulai jarang digunakan, bahkan tak jarang juga ada anak asli Suku Rejang yang tidak bisa berbahasa Rejang Lebong, tentu saya sangat prihatin akan hal tersebut,\" tambah Surya.

Lebih lanjut Surya menjelaskan, pelestarian adat dan budaya saat ini sangat penting karena menurutnya adat dan budaya lah yang bisa menangkal generasi muda dari masuknya pengaruh-pengaruh terutama pengaruh negatif dari budaya luar.

Pelestarian adat dan budaya tersebut, menurut Surya harus diawali dengan pelestarian bahasa terlebih dahulu.Karena menurutnya seseorang akan sulit untuk melastarikan adat dan budayanya bila bahasanya saja tidak bisa.

Dalam kesempatan tersebut, Surya menjelaskan Suku Rejang merupakan salah satu suku tertua di Indonesia yang memiliki bahasa dan aksara tersendiri yaitu Bahasa Rejang dan Aksara Kaganga. Oleh karena itu menurutnya pelestarian adat dan budaya tersebut sangat penting.

\"Ke depannya saya berharap sekolah-sekolah yang ada di Rejang Lebong ini lebih banyak lagi memasukkan kebudayan Rejang dalam mata pelajaran muatan lokal, sehingga adat dan budaya Rejang benar-benar lestari,\" harap Surya. (251)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: