Mozaik Iwan Kurniawan Lewat ‘Rontaan Masehi’
pertemuan lautan embun dan suara semampai dedaunan
kau menatap jauh
menanti seorang lahir baru di kening mazmur.
“Diksi yang Iwan hadirkan sangat bagus. Ia mampu menghadirkan pemikiran yang orisinalitas dan autentik. Ini yang jarang dimiliki penyair muda sekarang ini,” ujar Gerson yang juga memberikan testimoni dalam buku setebal 98 itu. Tak hanya itu, ada pula sajak berjudul: ‘Pulang’
‘Pulang’
aku pulang, Ibu
deru kota berputar dengan taring-taring tinggi
ada tongkat menikam dalam tanah
memandang angkuh pada langit
aku pulang, Ibu
seonggok perasaan begitu lelah
bendera-bendera kusam
terseret angin jahat
aku pulang, Ibu
ingin kucium aroma cendana di lehermu.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



