Banner HONDA

Dibalik Kematian Tragis Hermansyah alias Te’ak (48), Warga Desa Daspetah, Ujan Mas, Kepahiang

Dibalik Kematian Tragis Hermansyah alias Te’ak (48), Warga Desa Daspetah, Ujan Mas, Kepahiang

Dua Istri Korban Tanpa Firasat, Berupaya Tegar Demi Anak-anak

Kematian secara tragis Hermansyah alias Te'ak (48) menimbulkan kesedihan mendalam bagi keluarga korban, terutama dua orang istrinya. Terlebih bapak 4 orang anak itu dihabisi secara sadis oleh pelaku, yang diduga mengalami gangguan jiwa. KEPAHIANG - DONI PARIANATA

WARGA masih terus memadati rumah duka di Desa Daspetah, Kecamatan Ujan Mas. Kematian secara tragis Hermansyah alias Te'ak (48) menimbulkan kesedihan mendalam bagi keluarga korban, terutama dua orang istrinya. Selain itu juga membuat prihatin masyarakat. Terlebih bapak 4 orang anak itu dihabisi secara sadis oleh pelaku, yang diduga mengalami gangguan jiwa.

Keluarga kerabat tetangga, tokoh masyarakat hingga pejabat terus silih berganti mendatangi kediaman istri tua korban, Rismadila (44) untuk menyampaikan bela sungkawa.

Ketua TP PKK Kabupaten Kepahiang, Efi Hidayatullah, bersama rombongan, kemarin (25/1) juga melayat ke kediaman korban. Saat menerima tamu, tampak air Rosmadila menetas tak dapat ditahannya, perempuan sudah 26 tahun berumah tangga dengan korban dan dikarunia empat orang anak itu sangat bersedih.

"Tidak ada firasat apa-apa, sebelum kejadian tak ada yang janggal atau aneh didirinya. Semua berjalan seperti biasanya, hingga kami sangat tidak mengira akan jadi begini," ceritanya kepada wartawan Bengkulu Ekspress sembari menahan tangis.

Sesekali dirinya mengusap air matanya, meskipun sakit dirinya berusaha tegar agar tetap kuat menjalani kenyataan sepeninggalan sang suami. Serta agar dapat menjadi contoh anak-anaknya untuk dapat kuat menerima kenyataan, meski sang ayah dihabisi secara sadis.

Rosida (28) istri kedua korban, juga tak menangkap tanda-tanda akan datangnya kematian pada sang suami. Padahal 7 hari sebelum terjadinya pembunuhan, korban sudah menunjukkan gelagat-gelat aneh seperti meminta dibuatkan minuman susu tengah malam, padahal selama 7 tahun menikah korban tak melakukan itu.

"Lalu sore sebelum kejadian dia (Korban, red) minta dibuat gulai sarden. Dan makannya itu banyak sekali, padahal selama ini tidak seperti itu makannya bahkan satu kaleng sarden habis dimakannya semua," ujar Rosida.

Menurutnya seminggu terakhir memang suaminya seolah meminta lebih diperhatikan, tetapi dirinya sama sekali tak mengira jika petanda tersebut adalah akhir dari kehidupan sang suami.

Seperti ingin selalu dekat dengan menunjukan perhatian dan kasih sayang padanya.

"Kalau firasat saya tidak ada, hanya sikapnya saja agak lain dari kebiasaan. Tetapi kami sama sekali tidak mengira kalau akhir kehidupan seperti ini," ungkapnya.

Keluarga korban menggelar tahlilan kematian korban 3 hari, 7 hari dan 9 hari. Guna mendoakan agar korban dapat diberikan ketenangan dialam akherat serta amal ibadanya selama didunia dapat diterima.

 

Minta Pelaku Tak Dibebaskan

Sementara, Eli (34) istri Dodi Heriansyah pelaku pembunuhan sadis mengharapkan aparat kepolisian tidak membebaskan sang suami. Sebab keluarga mengalami trauma besar dengan kejadian dan tidak bersedia menerima kepulangan pelaku lagi guna menghindari kejadian-kejadian lainnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: