Limbah Racik Uang di Bengkulu Dimanfaatkan Jadi Bahan Bakar Pembangkit Listrik
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu, Wahyu Yunawa Hidayat -foto: tri yulianti-
BENGKULUEKSPRESS.COM - Limbah racik uang kertas hasil pemusnahan dari peredaran kini tidak lagi dibuang ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).
Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bengkulu memanfaatkan limbah tersebut secara lebih produktif dengan mengirimkannya untuk dijadikan bahan bakar pembangkit listrik.
Kepala Perwakilan BI Provinsi Bengkulu, Wahyu Yuwana Hidayat, mengatakan limbah racik uang dari Bengkulu saat ini dikirim ke PLN Nusantara Power Unit Pembangkitan Bukit Asam Muara Enim untuk dimanfaatkan sebagai energi alternatif dalam proses pembangkit listrik.
Menurut Wahyu, setiap bulan BI Bengkulu mengirimkan sekitar dua ton limbah racik uang ke fasilitas tersebut.
Limbah tersebut berasal dari pemusnahan uang yang telah ditarik dari peredaran masyarakat karena dinilai tidak layak edar lagi.
“Limbah racik uang ini sebelumnya hanya dibuang ke TPA. Kini kita kelola secara lebih produktif dengan memanfaatkannya sebagai bahan bakar pembangkit listrik,” ujar Wahyu.
BACA JUGA:Pohon Tumbang Timpa Mobil di Pasar Atas Curup
BACA JUGA:Cegah Balap Liar, Satlantas Polresta Bengkulu Lakukan Patroli
Ia menjelaskan, limbah racik uang memiliki potensi energi yang cukup besar. Bahkan, setiap satu kilogram limbah racik uang mampu menghasilkan sekitar satu kilowatt energi listrik.
Pemanfaatan limbah ini menjadi bagian dari inovasi pengelolaan limbah hasil pemusnahan uang agar memberikan manfaat tambahan sekaligus mendukung upaya pengurangan dampak lingkungan.
"Melalui langkah tersebut, BI Bengkulu berharap proses pemusnahan uang tidak hanya sekadar menghilangkan uang yang sudah tidak layak edar, tetapi juga dapat memberikan kontribusi nyata dalam pemanfaatan energi alternatif yang lebih ramah lingkungan," tandasnya
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




