Tambah Modal Dagang Jelang Idulfitri, Warga Manna Ramai-Ramai Gadai Emas
Kepala Pegadaian Cabang Manna, Ayu-FOTO RENALD-
KOTA MANNA, BENGKULUEKSPRESS.COM – Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, aktivitas gadai emas di Pegadaian Cabang Manna, Kabupaten Bengkulu Selatan, mengalami peningkatan signifikan. Fenomena ini didominasi para pedagang yang membutuhkan tambahan modal untuk memenuhi kebutuhan usaha sekaligus persiapan menjelang Lebaran.
Kepala Pegadaian Cabang Manna, Ayu, mengungkapkan selama Ramadan 1447 Hijriah, banyak masyarakat, khususnya pedagang, memanfaatkan layanan gadai emas. Tujuannya untuk memperoleh dana cepat guna membeli barang dagangan maupun memenuhi kebutuhan keluarga saat momen hari raya.
“Selama Ramadan ini, banyak pedagang yang menggadaikan emas karena membutuhkan dana tambahan untuk membeli barang dan kebutuhan Lebaran,” ujarnya.
Ia menjelaskan, rata-rata emas yang digadaikan masyarakat berada di atas 10 gram, bahkan ada yang mencapai 20 gram dengan nilai pinjaman lebih dari Rp 20 juta. Dalam kondisi normal, total emas yang digadaikan berkisar 30 hingga 40 gram per hari, dan jumlah tersebut diperkirakan akan terus meningkat seiring semakin dekatnya Hari Raya Idulfitri.
Menurut Ayu, masa pinjaman gadai emas umumnya berlangsung selama empat bulan. Jika hingga batas waktu tersebut nasabah belum mampu menebus barang dan tidak dapat dihubungi, maka barang jaminan akan dilelang. Namun, Pegadaian memastikan proses lelang dilakukan secara transparan dan tetap memperhatikan hak nasabah.
“Jika barang dilelang dan ada kelebihan setelah dikurangi kewajiban pinjaman, maka kelebihan tersebut tetap menjadi hak nasabah dan akan diberitahukan,” jelasnya.
BACA JUGA:Fadli Zon Dorong Masyarakat Indonesia Kunjungi Destinasi Wisata Bengkulu
BACA JUGA:Wujud Nyata Kehadiran Pemerintah Daerah, Evi Jayanti Rasakan Manfaat Besar Jadi Peserta PBPU Pemda
Ia menambahkan, bunga gadai yang diterapkan relatif kecil dan terjangkau, dimulai dari 1 persen hingga 1,2 persen. Untuk pinjaman di atas Rp 20 juta, bunga yang dikenakan sebesar 1,1 persen per 15 hari atau setara 2,2 persen per bulan dari total pinjaman. Sistem perhitungan ini membuat nasabah memiliki fleksibilitas dalam pelunasan, bahkan dapat menebus barang lebih cepat dari jangka waktu yang ditentukan.
“Semakin cepat nasabah menebus gadaian, maka semakin kecil bunga yang harus dibayarkan,” tambah Ayu.
Tidak hanya itu, layanan produk gadai di Pegadaian juga ada pilihan sistem bulanan, yaitu mulai dari jangka 6 bulan sampai 36 bulan. Sehingga ada yg sistem gadai tempo per 4 bulan dan ada juga yg gadai dengan sistem angsuran perbulan, dengan kewajiban angsuran setiap bulan sesuai jangka waktu yg dipilih, sedangkan untuk suku bunganya perbulan mulai dari 1.2 persen.
"Jadi nasabahnya bisa tinggal pilih, mau yg cepat pilih yang tempo atau kalo memang memilih yang lama bisa bulanan," pungkasnya.
Hadirnya Pedagang menjadi layanan yang memberikan solusi cepat bagi masyarakat yang membutuhkan dana darurat, khususnya dalam menghadapi lonjakan kebutuhan ekonomi selama Ramadan dan menjelang Lebaran. (117)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


