HONDA BANNER

PLN Manna Pastikan Pasokan Listrik 24 Jam Selama Ramadan 1447 H

PLN Manna Pastikan Pasokan Listrik 24 Jam Selama Ramadan 1447 H

Manager ULP PLN Manna, Wahyudi Putra (tengah)-FOTO RENALD-

KOTA MANNA, BENGKULUEKSPRESS.COM – Guna mendukung kelancaran ibadah puasa Ramadan 1447 Hijriah, Unit Layanan Pelanggan (ULP) PLN Manna menetapkan status siaga 24 jam untuk menjaga keandalan sistem kelistrikan di seluruh wilayah Kabupaten Bengkulu Selatan.

Manager ULP PLN Manna, Wahyudi Putra, menegaskan bahwa langkah ini diambil untuk memastikan pasokan listrik tetap stabil, aman, dan andal selama masyarakat menjalankan aktivitas ibadah maupun kebutuhan sehari-hari di bulan suci.

“Kami ingin masyarakat dapat beribadah dengan nyaman tanpa terganggu pemadaman. Oleh karena itu, personel kami siap siaga 24 jam penuh selama Ramadan 1447 Hijriah,” tegas Wahyudi saat meninjau jaringan di kawasan Pasar Bawah, Jumat (6/2/2026).

Mitigasi Gangguan dan Pembersihan Jaringan Sebagai bagian dari kesiapan, PLN Manna telah menginstruksikan tim teknis untuk melakukan pemeliharaan rutin pada Jaringan Tegangan Menengah (JTM). Fokus utama meliputi perbaikan titik rawan gangguan serta pemangkasan tanaman (ROW) yang berada terlalu dekat dengan kabel listrik.

BACA JUGA:Skandal 'Pagar Makan Tanaman' di Seginim, Suami Merantau, Istri Kepergok Bareng Teman Dekat

BACA JUGA:Captainmart Hadir di Kota Manna, Tawarkan Belanja Murah dan Nyaman

Selain pemeliharaan teknis, tim PLN Manna juga aktif dalam kegiatan sosial "Gerakan Indonesia ASRI" di Pantai Pasar Bawah, yang sekaligus dimanfaatkan untuk memantau keamanan jaringan listrik di kawasan pesisir.

“Pemeliharaan kami lakukan setiap hari. Kami memprioritaskan pembersihan jaringan dari pepohonan agar aliran listrik tidak terganggu, terutama saat terjadi angin kencang,” tambahnya.

Tantangan Cuaca Ekstrem Wahyudi mengakui bahwa tantangan terbesar saat ini adalah faktor cuaca. Dalam sebulan terakhir, Bengkulu Selatan kerap dilanda cuaca ekstrem yang memicu pohon tumbang dan tanah longsor hingga mengenai kabel listrik.

Terkait hal itu, ia mengimbau masyarakat untuk kooperatif memberikan izin jika petugas harus menebang atau memangkas pohon milik warga yang dianggap membahayakan jaringan.

“Kami mohon dukungan masyarakat agar memberi akses kepada petugas saat melakukan pembersihan. Jika melihat potensi bahaya seperti kabel yang hampir menyentuh dahan, segera lapor agar bisa kami tangani sebelum menjadi gangguan besar,” pungkas Wahyudi.(**)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: