Pemkot Bangun Pasar Dakwah Di Halaman Masjid At-Taqwa

Selasa 14-02-2017,14:00 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar

BENGKULU, Bengkulu Ekspress - Walikota Bengkulu H Helmi Hasan SE terus memberikan perhatian serius untuk merealisasikan alun-alun di halaman Masjid At-Taqwa Kelurahan Anggut Atas, Kecamatan Ratu Samban Kota Bengkulu.

Di halaman masjid tersebut akan dibangun auning dengan tenda seragam berwarna putih untuk meletakkan sebanyak 50 pedagang kuliner yang saat ini disebut sebagai pasar dakwah. Hal ini dibahas dalam Temu Kemitraan Usaha Bagi Usaha Kecil dan Menengah di Hotel Putri Gading, kemarin (13/2).

Menurut Helmi, konsep pasar tersebut merupakan sarana masyarakat untuk berkumpul sambil menyantap kuliner yang disediakan dengan model yang minimalis dan simple dengan kondisi lingkungan yang sangat higienis dan dijamin akan memberlakukan harga yang stabil.

Ini akan menyatu ke alun-alun yang nantinya akan memanfaatkan sebagian halaman masjid sebagai pusat bertemunya semua masyarakat Bengkulu untuk berekreasi bersama keluarga, kerabat maupun pasangan sekaligus komunitas pemuda untuk menampilkan kreatifitasnya seperti di Kota Bandung, Surabaya dan kota-kota besar lainnya.

“Pertama yang dijual itu betul-betul bermanfaat, kemudian kebersihannya dijaga dan alun-alun itu akan dikelola dengan baik karena disitu ada rumah ibadah, maka semua harus dijaga kebersihan dan ketertibannya. Jadi, pasar yang kita maksud itu bukan seperti Pasar Panorama atau Pasar Minggu, yang semuanya dilakukan secara bebas sehingga menjadi samerawut,” ungkap Helmi.

Untuk mendukung hal tersebut, Dinas Koperasi dan UKM Kota Bengkulu akan mencari para pedagang atau pemilik usaha dengan cara yang selektif, bahkan hanya dibatasi sekitar 50 pedagang saja. Karena dalam penentuan pedagang yang boleh berjualan di alun-alun tersebut juga memanfaatkan program bantuan dari Kementerian Koperasi yakni pemberian modal sebesar Rp 25 juta untuk pengusaha pemula.

“Sebenarnya ini bukan pasar, tetapi alun-alun. Kemudian kita tidak anti masyarakat yang ingin menampilkan hasil-hasil kerajinan atau bentuk usahanya, tapi tetap punya kriteria, tidak bisa sembarangan orang. Dan juga memberikan bantuan kepada pedagang terpilih yang terbaik nanti untuk berjualan di alun-alun,” terangnya.

Lanjutnya, hal ini juga bertujuan untuk mengeliatkan perekonomian masyarakat yang berada di kawasan Jalan Soekarno-Hatta, Kelurahan Anggut yang disepanjang jalan tersebut berjejer rapi usaha-usaha pusat oleh-oleh khas Bengkulu.

Selain itu, Pemkot juga akan menerapkan ‘Car Free Day’ setiap hari Minggu pagi dengan malarang seluruh kendaraan melintasi kawasan tersebut.

Karena jalan itu akan dikhususkan bagi masyarakat untuk berolahraga seraya menuju ke alun-alun. Karena, selain menyediakan aneka makanan, di alun-alun juga akan bangun pusat Gym atau fitnes outdoor yang bisa digunakan secara bebas oleh masyarakat.

“Orang mau sarapan pagi, makan siang terbaik, makan malam dengan tenang dengan santai, udara segar tidak ada polusi itu datang saja ke Anggut.  Maka daerah anggut itu akan menjadi central kegiatan, dan setiap hari Minggu kita tetapkan menjadi car free day di sana. Jadi, tidak boleh orang bawa kendaraan di sana setiap hari minggu, yang mau jogging ada disana, mau sepatu roda, sepeda dan berolahraga semua ada disana dan itu aman tanpa ada polusi,”  pungkas Helmi. (805)

Tags :
Kategori :

Terkait