BENGKULU, BE - Adanya penolakan atas 3 orang nama baru hasil rekomendasi Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) sebagai calon anggota Panitia Seleksi (Pansel) Jabatan Pratama Tinggi (JPT) di lingkungan Pemperintah kota (Pemkot) Bengkulu, membuat Lembaga Konsultasi Bantuan Hukum (LKBH) Korpri Provinsi Bengkulu geram. Koordinator Litigasi LKBH Korpri Provinsi Bengkulu, Rofiq Sumantri SH mengatakan bahwa proses hukum atas dugaan pemalsuan dokumen terhadap salah satu anggota pansel sedang dilakukan pemeriksaan oleh Polda Bengkulu. Oleh karena itu, ia meminta Pemkot untuk bersabar melakukan upaya lainnya. Apalagi sampai menolak anggota Pansel yang telah direkomendasikan KASN tersebut. \"Proses pemeriksaan oleh Polda Bengkulu ini kan belum selesai, untuk itu kami minta bersabar terlebih dahulu demi menghormati proses hukum yang berlangsung,\" ujar Rofiq kepada BE, kemarin. Lanjutnya, dengan adanya upaya mengusulkan 7 nama calon anggota pansel ke KASN tersebut, LKBH pun kembali menyurati KASN untuk mempertimbangakan kembali upaya yang dilakukan oleh pemkot tersebut. \"Dengan adanya langkah pemkot itu, pada tanggal 15 April lalu kita telah menyurati KASN untuk mempertimbangkan kelanjutan calon pansel,\" jelasnya. Bukan hanya menyurati KASN, pada tanggal 13 April lalu, LKBH juga sudah melayangkan surat ke Mabes Polri. Hal tersebut berkaitan tentang permohonan pengawasan atas penyidikan yang dilakukan oleh Polda Bengkulu tekait pemalsuan dokumen yang dilakukan salah satu anggota pansel. Menurut Rofiq upaya tersebut dilakukan karena ada dugaan upaya permainan pada unsur pimpinan. \"Proses hukum harus berjalan, fakta pristiwa tidak boleh dipengaruhi oleh siapapun. Untuk itu, kita kirimkan surat ke Mabes Polri,\" ungkapnya. Diterangkannya, proses penyelidikan oleh Polda Bengkulu sudah tepat pada sasaran, yakni dengan proses izin penggeledahan dan penyitaan. \"Kami minta pengawasan dari Mabes Polri agar upaya ini dapat diungkapkan secara fakta dan prinsip yang ada,\" beber Rofiq. Untuk memperkuat upaya tersebut, pada tanggal 7 April lalu, LKBH juga meminta permohonan fatwa kepada Makamah Agung. Hal itu dilakukan, untuk menghidari polemik yang berkelanjutan. \"Kami tidak ingin dianggap nanti terlalu mengikuti persoalan ini telalu jauh. Seolah-olah ada perseteruan. Oleh karan itu, kami minta fatwa dari MA sebagai kebenaran legal standing, untuk kepastian hukum. Untuk itu, kami akan tunggu fatwa itu keluar dari MA,\" tandasnya. (151)
Pemkot Bengkulu Diminta Hormati Proses Hukum
Kamis 21-04-2016,09:39 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Minggu 17-05-2026,14:55 WIB
Ketahanan Pangan Diperkuat, Dua SPPG Polres Bengkulu Selatan Hadir di Kecamatan Pino dan Pino Raya
Minggu 17-05-2026,17:36 WIB
Polri Perkuat Ketahanan Pangan dan Pemenuhan Gizi Nasional, Targetkan 1.500 SPPG Beroperasi pada 2026
Minggu 17-05-2026,14:59 WIB
Ratusan Peserta Ramaikan Lomba Menembak Piala Danyonif 144/JY
Minggu 17-05-2026,21:47 WIB
Astra Motor Bengkulu Hadirkan Keseruan Couple Ride Bareng Honda Scoopy
Minggu 17-05-2026,14:49 WIB
Presiden Prabowo Launching 1.061 Titik KDKMP, Kodim 0408/BS Ikuti Vidcon dari Desa Jeranglah Rendah
Terkini
Minggu 17-05-2026,22:05 WIB
Culture Day 2026 Astra Motor Bengkulu Hadirkan Semangat Kreativitas dan Budaya Besurek
Minggu 17-05-2026,21:47 WIB
Astra Motor Bengkulu Hadirkan Keseruan Couple Ride Bareng Honda Scoopy
Minggu 17-05-2026,20:43 WIB
Cegah Inflasi Jelang Lebaran Idul Adha, Pemprov Bengkulu Siapkan Langkah Strategis
Minggu 17-05-2026,20:39 WIB
1.061 Koperasi Kelurahan Merah Putih Resmi Beroperasi, Kota Bengkulu Siap Perkuat UMKM
Minggu 17-05-2026,20:37 WIB