MUARA KEMUMU, BE - Korban meninggal akibat terserang Demam Berdarah Dengue (DBD), kembali berjatuhan di Kepahiang. Jika sebelumnya, korban meninggal dunia warga desa Tebat Monok Kepahiang. Kali ini, korbannya seorang bocah berusia 8 tahun, Loren, warga desa Batu Bandung Kecamatan Muara Kemumu Kepahiang. Loren yang merupakan putri pasangan Siswan dan Lismawati tersebut diketahui meninggal dunia sekitar pukul 02.30 WIB Senin (15/2), kemarin. Data terhimpun, bocah malang tersebut sempat menjalani perawatan di RSUD Kepahiang. Hanya saja, kondisi korban yang terus memburuk dan kadar sel darah putih yang terus mengalami penurunan, akhirnya korban dirujuk ke RSUD M Yunus Bengkulu. Setelah menjalani perawatan beberapa hari di RSUD Bengkulu, akhirnya bocah malang tersebut dinyatakan meninggal dunia, kemarin malam. \"Kasus DBD ini sangat menakuti warga di daerah kami, sehingga adanya perhatian pihak terkait dalam kasus ini sangat kami harapkan,\" ujar tokoh masyarakat desa Batu Bandung, H Yudi Yanto, kemarin. Dikatakannya, kasus DBD yang terjadi di Kepahiang saat ini sudah patut menjadi perhatian Pemkab Kepahiang. Apalagi selama sepekan terakhir ini sudah banyak warga yang positif terjangkit DBD. \"Kemarin juga kan ada warga desa Tebat Monok yang menjadi korban keganasan DBD ini, dan tadi malam (kemarin,red) warga kami yang berasal dari desa Batu Bandung yang meninggal karena DBD ini. Ya, kita harap ada perhatian khusus dari Pemkab Kepahiang,\" harap Yudi yang juga anggota DPRD Kepahiang ini. Dia mengatakan, virus DBD di Kepahiang saat ini sudah dikategorikan mewabah. Karena, semakin hari penderita DBD semakin bertambah saja. Agar penyebaran penyakit DBD di Kabupaten Kepahiang bisa ditekan dengan melakukan pencegahan secara langsung. \"Pemkab harus tanggap dan cepat melakukan penanganan, agar tidak sampai meluas. Kepada SKPD terkait untuk melakukan pencegahan secara langsung. Selain itu bagi wilayah yang belum memiliki gejala untuk segera dilakukan langkah antisipasi dengan digencarkan kembali sosialisasi ataupun Fogging,\" jelas Yudi. Bahkan pihaknya juga berharap masyarakat mulai sadar terhadap menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan sekitar. Sehingga pihaknya juga meminta kepada Pemkab Kepahiang untuk menggalakkan kembali kerja bhakti secara massal di seluruh wilayah Kabupaten Kepahiang untuk menjaga lingkungan sehat serta mencegah banjir pada musim penghujan ini akibat sampah yang bisa menyumbat aliran sungai. \"Harus ada kegiatan secara ril untuk pencegahan seperti melakukan kerja bakti membersihkan lingkungan. Sebab jika lingkungan sehat dan bersih tentunya penyakit seperti DBD serta lainnya akan berkurang,\" demikian Yudi.(505)
Korban DBD Meninggal Bertambah
Selasa 16-02-2016,14:40 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 27-08-2026,09:41 WIB
Gerakan Cegah Penularan Tuberkulosis dan Penanggulangan TBC melalui Edukasi pada Ibu Hamil dan Ibu Balita
Kamis 27-08-2026,12:01 WIB
Syarifudin Dilantik Jadi Sekda Definif Kabupaten Lebong
Kamis 27-08-2026,12:22 WIB
Sering Berkeringat Berlebihan? Ini Fakta Hyperhidrosis yang Perlu Diketahui
Kamis 27-08-2026,13:41 WIB
KONI Provinsi Bengkulu Bidik 6 Emas di PON 2028, Atlet Berprestasi Disiapkan Masa Depan
Kamis 27-08-2026,13:49 WIB
Didukung 53 Personel, Damkar Mukomuko Masih Terkendala Armada dan Pos
Terkini
Kamis 27-08-2026,16:53 WIB
Pemkot Bengkulu Perkuat Komitmen Menuju Zero Stunting
Kamis 27-08-2026,16:52 WIB
28 Ribu Warga Bengkulu Nikmati BPJS Gratis, Pemkot Perkuat Jaminan Kesehatan
Kamis 27-08-2026,16:41 WIB
Alur Pulau Baai 6,5 Meter LWS, Dua Kapal Bawa 7.500 Ton Pertalite Lancar Bersandar
Kamis 27-08-2026,16:27 WIB
Saksi Bongkar Fee 18–20 Persen Proyek dari PT CMC di Rejang Lebong
Kamis 27-08-2026,16:22 WIB