BENGKULU, BE - Diam-diam tim penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Direktorat Reskrim Khusus Polda Bengkulu melakukan pengusutan terhadap proyek pembangunan RSUD di Kabupaten Mukomuko dengan total anggaran sebesar Rp 55 miliar. Dari hasil penyelidikan yang dilakukan sejak awal tahun 2014 ini, diduga telah terjadi indikasi penyimpangan atau tindak pidana korupsi. Demikian disampaikan Kapolda Bengkulu, Brigjen Pol Drs HM Ghufron MM MSi melalui Direktur Reskrim Khusus, Kombes Pol Roy Hardi Siahaan SIK SH MH ditemui BE, kemarin (24/8). \"Kita sudah meningkatkan statusnya dari penyelidikan menjadi penyidikan. Artinya ada penyimpangan dalam artian ada kerugian negara disana,\" terang Roy Hardi. Selanjutnya, disampaikan Roy Hardi, sejauh ini tim penyidik telah melakukan pemeriksaan terhadap beberapa orang saksi untuk dimintai ketarangan terkait perkara ini. Saksi yang sudah diperiksa diantaranya, berasal dari Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), kontraktor dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Mukomuko. Dimana, dari hasil pemeriksaan yang diperoleh inilah, tim penyidik akhirnya menarik kesimpulan bahwa ada indikasi korupsi dalam proyek tersebut. \"Kita juga sudah meminta ketarangan dari saksi ahli, diantaranya dari elektrikel, fisik beton dan dari mekanik. Dari ketarangan 4 orang saksi ahli ini dapat kita simpulkan untuk dinaikan ke tahap penyidikan,\" tambah Roy. Sementara itu, ketika ditanya siapa tersangka serta besaran penyimpangan dalam proyek tersebut, Roy belum bisa menjelaskan lantaran pihaknya masih akan melakukan koordinasi dengan pihak Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) untuk menghitung berapa kerugian negara yang ditimbulkan. \"Kita belum melakukan audit untuk menentukan besarnya kerugian. Yang jelas dari dokumen yang didapatkan diketahui bahwa pembangunan strukturnya sudah tidak sesuai. Kita lihat secara visual saja ini sudah kelihatan, apalagi didukung oleh keterangan ahli,\" pungkas Roy. Diketahui pembangunan RSUD Mukomuko ini dikerjakan oleh pihak Kontraktor BUMN dari Perusahaan Perumahan (PP) dengan nilai proyek senilai Rp 55 miliar dari dana Pinjaman Investasi Pemerintah (PIP) tahun 2012. Hanya saja, dalam pengerjaannya diduga terjadi penyimpangan, sebab bangunan yang dikerjakan tidak sesuai dengan pedoman yang seharusnya. (135)
Polda Sidik Proyek RS Mukomuko
Selasa 25-08-2015,14:07 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Rabu 01-04-2026,16:02 WIB
Terhimpit HGU PT API, Petani Mukomuko Hadapi Ketidakpastian Lahan: “Kami Berkebun untuk Hidup”
Rabu 01-04-2026,12:22 WIB
Rifai Buka Akses Alsintan, Lahan Pertanian Tak Boleh Menganggur
Rabu 01-04-2026,12:02 WIB
Kepala Perpustakaan Bengkulu Selatan Berganti, Bupati Tekankan Minat Baca
Rabu 01-04-2026,15:52 WIB
Bupati Seluma Sambut Kunjungan Menhan, Tinjau Batalyon 891/TP
Rabu 01-04-2026,14:15 WIB
Musrenbang RKPD 2027, Pemkot Bengkulu Tekankan Prioritas Infrastruktur dan Pariwisata
Terkini
Rabu 01-04-2026,19:26 WIB
Bank Tanah dan Pemkot Bengkulu Teken MoU, Dorong Optimalisasi Lahan untuk Pembangunan dan Kesejahteraan
Rabu 01-04-2026,16:02 WIB
Terhimpit HGU PT API, Petani Mukomuko Hadapi Ketidakpastian Lahan: “Kami Berkebun untuk Hidup”
Rabu 01-04-2026,15:56 WIB
Jadi Saksi Nikah Warga, Jadwal Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi Sampai Penuh
Rabu 01-04-2026,15:54 WIB
Wacana Sekolah Daring 1 April Batal, Disdikbud Kota Bengkulu Tegaskan KBM Tetap Tatap Muka
Rabu 01-04-2026,15:52 WIB