Banner HONDA
BPBD

Musrenbang RKPD 2027, Pemkot Bengkulu Tekankan Prioritas Infrastruktur dan Pariwisata

Musrenbang RKPD 2027, Pemkot Bengkulu Tekankan Prioritas Infrastruktur dan Pariwisata

Musrenbang RKPD 2027, Pemkot Bengkulu Tekankan Prioritas Infrastruktur dan Pariwisata-IST-

BENGKULUEKSPRESS.COM — Pemerintah Kota Bengkulu menggelar Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2027 di Gedung Pondopo Merah Putih, Kelurahan Pekan Sabtu, Rabu (1/4/2026).

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Wali Kota Dedy Wahyudi, serta dihadiri Wakil Wali Kota Ronny P. L. Tobing, Penjabat Sekda Medy Pebriansyah, dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Bengkulu.

Musrenbang RKPD 2027 mengusung tema “Meningkatkan Pembangunan Infrastruktur, SDM, Ekonomi Inklusif, dan Daya Saing Investasi sebagai Penguat Landasan Kota Bengkulu yang Semakin Maju, Religius, Bahagia dan Berkelanjutan.”

Dalam sambutannya, Dedy Wahyudi menegaskan bahwa Musrenbang tidak boleh hanya menjadi kegiatan seremonial, melainkan harus menjadi ruang strategis dalam menyerap aspirasi masyarakat dan merumuskan prioritas pembangunan yang tepat sasaran.

BACA JUGA:Pemkot Bengkulu Genjot Penerangan Jalan, Targetkan 1.095 Titik Lampu Baru di 2026

BACA JUGA:Pertamina dan INPEX Perkuat Kerja Sama Pengembangan LNG Abadi Masela

“Musrenbang jangan hanya dijadikan formalitas, tetapi harus benar-benar menjadi wadah untuk menampung aspirasi masyarakat serta dasar dalam pengambilan kebijakan pembangunan daerah,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya konsistensi antara hasil Musrenbang dengan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Menurutnya, mayoritas alokasi anggaran harus mencerminkan kebutuhan dan aspirasi masyarakat.

“Sekitar 60 persen APBD harus benar-benar diarahkan untuk merealisasikan suara masyarakat yang disampaikan melalui Musrenbang,” ujarnya.

Dedy menyebut pembangunan infrastruktur masih menjadi prioritas utama. Meski kondisi jalan di Kota Bengkulu saat ini telah mencapai sekitar 90 persen dalam kondisi baik, pertumbuhan kawasan perumahan baru menjadi tantangan tersendiri.

“Perkembangan perumahan baru menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah untuk terus memastikan pembangunan jalan yang layak dan merata,” jelasnya.

Selain infrastruktur, sektor pariwisata juga menjadi fokus pengembangan. Ia menilai, potensi wisata merupakan kekuatan utama Kota Bengkulu yang perlu terus dimaksimalkan.

“Kita tidak memiliki banyak sektor seperti perkebunan atau industri besar, sehingga pariwisata menjadi potensi utama yang harus kita kelola dan kembangkan secara optimal,” tambahnya.

Sementara itu, mewakili Gubernur Bengkulu Helmi Hasan, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Provinsi Bengkulu, Yuliswani, menegaskan bahwa Musrenbang merupakan tahapan penting dalam proses pembangunan daerah yang harus tetap dilaksanakan dalam kondisi apapun.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait