BENGKULU, BE - Polemik antara pedagang dengan Satpol PP yang terus terjadi di Pasar Minggu, tak kunjung selesai. Hal ini disebabkan banyaknya pedagang, namun minimnya wilayah untuk berdagang di pasar, sehingga menimbulkan banyaknya pedagang yang masih menggunakan jalur hijau untuk berjualan. Oleh karena itu, pihak UPTD Pasar Minggu meminta kepada pihak terkait agar tembok yang membatasi antara Pasar Minggu dengan parkiran Mega Mall, dirobohkan untuk dibuat akses jalan baru. Selain itu, untuk jalan umum yang ada di dalam Pasar Minggu tersebut, agar segera dialihkan ke pihak UPTD pasar untuk dikelola sebagai tempat berjualan. Kepala UPTD Pasar Minggu, Arman Jihad, kepada BE menuturkan, bahwa satu-satunya solusi agar permasalahan selesai, dengan cara membuka akses jalan baru dengan meruntuhkan tembok yang membatasi tersebut, dan meminta kerjasamanya kepada pihak Mega Mall untuk membuka jalan 3 meter. Sedangkan pihak pasar 1 meter, sehingga ada jalan dari KZ Abidin 1 ke KZ Abidin 2. \"Sedangkan jalan umum yang ada di dalam Pasar Minggu tersebut diserahkan haknya ke pihak UPTD untuk dikelola menjadi tempat berjualan, sehingga bagi masyarakat yang ingin berbelanja, memarkirkan kendaraan ke Mega Mall dan masuk dengan berjalan kaki,\" tuturnya. Disampaikannya pula, dengan cara seperti itu pedagang akan merasa nyaman untuk berdagang karena memiliki lahan yang cukup untuk membuka lapaknya, dan pihak Satpol PP tidak perlu lagi memasuki jalan tersebut untuk melakukan penertiban karena sudah dijadikan lokasi pasar. \"Kemudian untuk jalan diakses baru itu di pagari dengan teralis besi sehingga aktifitas berdagang di dalam pasar dapat juga terlihat dari luar, karena jika masih dengan tembok seperti saat ini, menimbulkan kesan Pasar Minggu ini seperti di dalam penjara,\" sampainya. Menurutnya, jalan itu merupakan polemik yang menyedot pikiran berkepanjangan tanpa adanya penyelesaian yang pasti, selain itu juga penyebab pedagang tersebut masih sering melanggar karena memang tempatnya yang sangat terbatas, sedangkan mereka ini mempunyai hak untuk menghidupi keluarga. \"Kalau tidak seperti ini, pedagang akan kucing-kucingan terus menerus, karena bagaimana bisa tertib kalau tempat mereka berjualan itu memang tidak ada. Sedangkan pihak Pemda sendiri kurang memperhatikan hal ini,\" ungkap Arman. (cw3)
UPTD Pasar Minggu Minta Tembok Mall Dirobohkan
Selasa 16-06-2015,15:50 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Rabu 07-10-2026,16:51 WIB
Liverpool Mulai Dekati Mbappe, Transfer ke Anfield Bisa Tembus Rp5 Triliun
Rabu 07-10-2026,13:45 WIB
Injury Time Boleh Panjang di GBK, Tapi Sengketa Pemilu 2029 Jangan Sampai Ikut Panjang
Rabu 07-10-2026,12:59 WIB
Si Cerdas, Aplikasi CSR Pemkab Mukomuko untuk Transparansi
Rabu 07-10-2026,12:29 WIB
Dugaan Penganiayaan Hafidz Dilaporkan BEM UI ke Polda Metro Jaya
Rabu 07-10-2026,13:51 WIB
Wali Kota Dedy Wahyudi Cek Proyek Drainase di Jitra, Minta PKL Tak Berjualan di Area yang Dibangun
Terkini
Rabu 07-10-2026,16:56 WIB
Dasco Respons Putusan MK soal Ijazah Gibran: Belum Pelajari Lebih Lanjut
Rabu 07-10-2026,16:51 WIB
Liverpool Mulai Dekati Mbappe, Transfer ke Anfield Bisa Tembus Rp5 Triliun
Rabu 07-10-2026,16:38 WIB
Gibran Respons Putusan MK soal Ijazah: Kalau Nggak Lulus, Mana Mungkin Kuliah di Singapura
Rabu 07-10-2026,16:28 WIB
Garuda Juara, Jay Idzes Kirim Pesan Tegas: Ini Baru Awal Perjuangan!
Rabu 07-10-2026,15:49 WIB