BENTENG, BE - Status Bengkulu darurat narkoba bukan isapan jempol. Kenyataan yang ada memang pelaku pengedar narkoba asal Bengkulu memiliki modus jitu untuk menyebarkan barang haram tersebut. Salah satunya yang berhasil diungkap BNN RI, bahwa pengedar ganja Bengkulu memiliki modus membuat dan menjual brownies ganja untuk menyebarkan barang haram ke Jakarta. Dijelaskan Kepala Deputi Pemberantasan Narkotika Badan Narkotika Nasional (BNN) Irjen Pol Deddy Fausi El Hakim berdasarkan investigasi timnya bahwa indikasi pengedar narkoba dengan modus kue brownies dicampur ganja yang tengah menghebobkan nasional akhir-akhir ini berasal dari Bengkulu. \"Investigasi yang kami lakukan hasilnya ganja sebagai bahan pembuata brownies itu bukan dari Aceh tetapi dari Bengkulu dan Jambi,\" ungkap Deddy kemarin (16/4). Deddy menyebutkan, sekarang ini ada sindikat pengedar ganja berada di Bengkulu, dengan menyebarkan barang haram kecara nasional melalui berbagai jalur supaya tidak tercium aparat baik kepolisian maupun BNNP. Untuk itu, pihaknya mengajak seluruh masyarakat dan Pemerintah Daerah untuk fokus memerangai bahaya narkoba karena yang akan menjadi korban masyarakat serta elemen pemerintahan. \"Bengkulu daerah kedua asal narkoba jenis ganja, sehingga kita harapkan seluruh jajaran Pemerintah Daerah untuk membuat program pencegahan peredaran narkotika berbagai jenis didaerah ini,\" sebutnya. Apalagi katanya, ada penemuan ladang ganja di Kabupaten Rejang lebong seluas 3 hektar, beberapa waktu yang lalu, yang bahkan sudah diindikasikan menjadi lokasi penyemaian bibit ganja. Menurutnya, brownies ganja memang merupakan modus baru peredaran ganja di tengah masyarakat agar tidak dicurigai dan menarik perhatian. \"Ketika dicek keamanan, itu hanyalah kue dan kemudian di antarkan langsung kepada alamat pemesan, karena tidak dicurigai,\" tegasnya. Ia mengatakan, dengan modus tersebut, selama ini ganja dengan bentuk kue tersebut lolos dari perhatian pihaknya sehingga bebas diperjualbelikan. Pemesanannya pun mudah, melalui situs www.tokohemp.com. Begitu ada pemesanan, kurir mengantar kue tersebut, sehingga bisa masuk ke kampus-kampus dan sekolah. Parahnya setelah berada di kalangan pelajar dan mahasiswa, kue tersebut menarik minat banyak orang, karena rasanya enak. \"Browneis ganja ini awalnya dibagi-bagikan oleh jaringan pelaku pengedar, ternyata kue itu enak, tanpa kecurigaan banyak yang pesan,\" katanya. Untuk diketahui, peredaran kue tersebut terungkap, setelah adanya korban seorang bocah SMP dilaporkan teler selama dua hari karena menyantap kue tersebut. Saat ini, BNN masih melakukan pengembangan pemasok ganja bisnis haram tersebut. Bupati Bengkulu Tengah Dr H Ferry Ramli SH MH membentuk dan mengukuhkan Satuan Tugas (Satgas) Anti Narkoba hingga ketingkat pedesan di seluruh wilayah Bengkulu Tengah guna mencegah peredaran narkotika masuk ke Benteng. \"Ya kita sudah kukuhkan satgas antai narkoba semoga dapat menjalankan tugas dengan baik dan sesuai dengan yang diharapkan,\" tegas Bupati. (320)
Brownies Ganja dari Bengkulu
Jumat 17-04-2015,10:20 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 29-10-2026,11:45 WIB
Tragedi Kereta Cepat di Spanyol: 68 Orang Tewas, Ratusan Lainnya Terluka
Kamis 29-10-2026,11:23 WIB
Setahun Sekolah Rakyat, 44 Ribu Anak Nikmati Pendidikan Gratis, Gus Ipul Terharu
Kamis 29-10-2026,11:12 WIB
6 Pantangan Weton Jumat Kliwon Menurut Primbon Jawa, Ini 4 Hari yang Dipercaya Naas
Kamis 29-10-2026,10:36 WIB
Mengenal Harm Reduction, Pendekatan Pemulihan Adiksi Tanpa Harus Berhenti Total
Kamis 29-10-2026,11:07 WIB
dr. Zaidul Akbar Ungkap 3 Makanan Pemicu Perut Buncit, Kolesterol Tinggi dan Asam Urat
Terkini
Kamis 29-10-2026,18:51 WIB
Pemdes Wonosobo Salurkan BLT-DD, 10 KPM Terima Bantuan Tiga Bulan
Kamis 29-10-2026,18:48 WIB
Polda Bengkulu Buka Lagi Kasus Dugaan Pencurian Sawit, Kuasa Hukum Soroti SP3
Kamis 29-10-2026,18:45 WIB
Bupati Mukomuko Ultimatum ASN Terlibat Judi Online, Diberi Waktu Sepekan untuk Berhenti
Kamis 29-10-2026,14:29 WIB
Syamsu Ihwan Tolak Bimtek DPRD, Pilih Kedepankan Efisiensi Anggaran
Kamis 29-10-2026,11:45 WIB