JAKARTA, BE - Kesempatan menjadi PNS bagi tenaga honorer kategori dua (K2) nampaknya semakin sulit. Pasalnya, pada kesempatan terakhir ini Pemerintah hanya memproyeksikan alokasi 30 ribu kuota untuk menggantikan formasi honorer K2 yang tidak terisi. Namun, pemerintah berjanji akan memprioritaskan honorer K2 yang tidak lulus masuk dalam rekruitmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). \"Terkait kelanjutan nasib honorer K2, MenPAN-RB (Yuddy Chrisnandi) sudah meminta agar dilakukan pendataan ulang terhadap data K2 hasil verifikasi terakhir di daerah, selanjutnya K2 yang dinyatakan benar-benar memenuhi syarat diwacanakan akan diprioritaskan untuk pengangkatan pegawai kontrak atau P3K,\" kata Kabag Humas dan Komunikasi Publik Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB), Suwardi, di Jakarta, Senin (13/4). Meski demikian, Suwardi mengatakan, jalur perekrutan honorer K2 menjadi P3K tetap harus melewati rangkaian tes kembali. Hal ini mengacu pada undang - undang aparatur sipil negara (UU ASN). \"Dimana dalam pasal 96 ayat 2 UU ASN menyebutkan bahwa, Pengadaan calon P3K sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan melalui tahapan perencanaan, pengumuman lowongan, pelamaran, seleksi, pengumuman hasil seleksi, dan pengangkatan menjadi P3K,\" ujarnya. Kepala Biro Hukum, Komunikasi dan Informasi Publik KemenPAN-RB, Herman Suryatman menambahkan, meski ada arah ke jalur P3K, akan tetapi sampai saat ini pihaknya masih menunggu Peraturan Pemerintah (PP) yang mengatur tentang P3K itu sendiri. \"Kita tunggu saja karena sampai saat ini PP tentang P3K belum ditandatangani Presiden (Joko Widodo),\" ungkapnya. Tahun ini, jumlah angka keseluruhan tenaga honorer K2 yang tidak lolos tes tahun sebelumnya mencapai 439 ribu orang. Mereka akan memperebutkan kuota CPNS yang disediakan pemerintah untuk 30 ribu orang. Sementara, sisanya sekitar 409 ribu honorer K2 dipastikan bakal gigit jari. \"Sebagai amanat UU ASN, PPPK memang salah satunya untuk menjadi ruang bagi honorer K2 yang gagal. Tapi sekali lagi, PPPK itu harus dites,\" tegasnya. Sebelumnya, MenPAN-RB Yuddy Chrisnandi menyarankan, bagi pegawai honorer K2 yang usianya sudah di atas 35 tahun, nantinya bisa diarahkan mengikuti mekanisme rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). Sementara bagi yang usianya masih di bawah 35 tahun bisa mengikuti proses seleksi CPNS. (wmc)
Gagal Tes CPNS, Diprioritaskan P3K
Selasa 14-04-2015,09:50 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Sabtu 07-11-2026,06:58 WIB
Bank di Prancis Jadi Sasaran Peretasan, Hacker Diduga Curi Dana Rp14,18 Triliun!
Sabtu 07-11-2026,06:59 WIB
Survei AHA Commerce: 82 Persen Karyawan Mengaku Puas dengan Budaya Kerja Perusahaan
Sabtu 07-11-2026,17:40 WIB
Bengkulu Rawan Gempa dan Tsunami, PAPDI Diminta Perkuat Kesiapan Dokter Hadapi Bencana
Sabtu 07-11-2026,12:32 WIB
Hadapi Musim Hujan, BPBD Mukomuko Dorong Warga Biasakan Mitigasi Bencana
Sabtu 07-11-2026,07:00 WIB
Nelayan Bengkulu Wajib Tahu! Ini Cara Mudah Klaim Asuransi Keselamatan Kerja di Tahun 2026
Terkini
Sabtu 07-11-2026,19:48 WIB
Unived Gelar SNASIKOM 2026 Secara Hybrid, Bahas Kedaulatan Kognitif di Era AI
Sabtu 07-11-2026,17:40 WIB
Bengkulu Rawan Gempa dan Tsunami, PAPDI Diminta Perkuat Kesiapan Dokter Hadapi Bencana
Sabtu 07-11-2026,17:38 WIB
Hadapi Ancaman Bencana, Helmi Hasan Boyong Seluruh Bupati dan Wali Kota Bengkulu Temui Kepala BNPB
Sabtu 07-11-2026,17:37 WIB
Dua Jam Menunggu, Nasabah BNI Bengkulu Protes: Nomor Antrean Kalah oleh Panggilan Nama
Sabtu 07-11-2026,12:34 WIB