JAKARTA, BE - Pemerintah mengaku tengah mencari formula atau rumus baru untuk menentukan harga bahan bakar minyak (BBM) dalam negeri. Upaya pencarian formula tersebut dilakukan supaya tidak membingungkan masyarakat. \"Pemerintah terus lihat perkembangan dan akan terus cari formula supaya tidak merepotkan masyarakat,\" demikian disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said, Senin (13/4). Sebagaimana diketahui, harga BBM baik itu premium, pertamax, dan lainnya masih mengikuti pergerakan harga minyak dunia. Saat ini, perubahan harga premium cs ini dilakukan setiap dua minggu. Hal ini membuat harga BBM naik-turun, tidak menentu. Mantan bos PT Pindad itu mengatakan, pemerintah terus melihat perkembangan harga minyak dunia yang saat ini menginjak level USD 58 per barel. \"Kita tetap melihat tren tapi pemerintah belum putuskan harga, masih koordinasi,\" katanya. Sudirman sempat mengatakan skema jangka waktu penetapan harga BBM direncanakan untuk dikaji ulang. Sebab, ada banyak masukan baik dari masyarakat, pengusaha, maupun anggota Dewan Perwakilan Rakyat supaya jangka waktu penetapan harga BBM dari yang berlaku saat ini, tiap dua pekan sekali diubah. \"Kebanyakan memberi pandangan bahwa ada baiknya durasinya diperpanjang untuk memudahkan dunia usaha melakukan perencanaan. Kami juga sudah konsultasikan dengan Presiden dan beliau meminta untuk bisa dipertimbangkan hal tersebut,\" katanya. Opsi yang mengemuka, lanjutnya, antara lain harga BBM akan tetap dua pekan sekali, setiap bulan sekali, atau lebih panjang lagi dari dua opsi tersebut. Namun, ia menegaskan ada konsekuensi yang harus ditanggung jika semakin panjang durasi penetapan harga baru. \"Apabila ada faktor pendorong yang menyebabkan harga BBM harus naik, maka kenaikannya menjadi sangat tinggi,\" jelasnya. Ia mengaku telah meminta tim Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) untuk memberikan rekomendasi terbaik tentang jangka waktu penetapan harga BBM baru ini. Apabila pola penyesuaian harga BBM berdurasi panjang yang dipilih, maka PT Pertamina (Persero) sebagai perusahaan yang mendapat tugas mendistribusikan BBM tersebut juga harus mempersiapkan diri. \"Termasuk memikirkan aspek arus kas perusahaan,\" pungkasnya. Sebelumnya, Deputi Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menilai langkah penetapan harga BBM per dua pekan berdampak baik dalam menekan gejolak inflasi. \"Karena penyesuaian naik atau turunnya harga BBM di masyarakat tidak besar seperti sebelum-sebelumnya,\" katanya. Dia juga menilai mekanisme penetapan naik-turunnya harga BBM yang baru ini tidak menciptakan ekspektasi inflasi karena keputusan penetapannya tidak diketahui oleh publik. \"Kemarin harga tinggi kan akibat masyarakat tahu kalau BBM akan naik, makanya pelaku usaha mengantisipasi kenaikan BBM dengan menaikkan harga duluan. Tapi sekarang kan naik turunnya kecil-kecil, secara tiba-tiba juga. Jadi ekspektasi inflasinya juga lebih kecil,\" pungkasnya.(609)
Pemerintah Cari Formula Baru Harga BBM
Selasa 14-04-2015,09:30 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Rabu 12-08-2026,12:20 WIB
Dinkes Mukomuko Dorong RS Pratama Ipuh Bangun Kepercayaan Masyarakat
Rabu 12-08-2026,17:08 WIB
Anton Delianto Resmi Pimpin Kejati Bengkulu, Kasus Korupsi Jadi Perhatian Pertama
Rabu 12-08-2026,12:17 WIB
Satresnarkoba Polres Mukomuko Amankan Tiga Terduga Pengedar Ganja di Kecamatan Ipuh
Rabu 12-08-2026,17:11 WIB
57 Pramuka Kaur Berangkat ke Jamnas XII, Wabup Pesan Jaga Nama Baik Daerah
Terkini
Kamis 13-08-2026,11:20 WIB
Pemkab Mukomuko Gembleng SDM Pengadaan Barang dan Jasa, Bupati Choirul Huda Tegaskan Hal Ini
Rabu 12-08-2026,17:11 WIB
57 Pramuka Kaur Berangkat ke Jamnas XII, Wabup Pesan Jaga Nama Baik Daerah
Rabu 12-08-2026,17:08 WIB
Anton Delianto Resmi Pimpin Kejati Bengkulu, Kasus Korupsi Jadi Perhatian Pertama
Rabu 12-08-2026,17:05 WIB
Bando Amin Bantah Perintah Kurangi Tanah GOR Kepahiang, Saksi Sebut Ada Perubahan Hasil Ukur
Rabu 12-08-2026,15:01 WIB