BENTENG, BE - Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bengkulu Tengah membantah adanya penyelewengan anggaran program bedah rumah di Desa Pondok Kelapa tahun lalu. Dijelaskan Kepala Bidang (Kabid) Fisik, Ir Wijaya Admaja, persoalan yang muncul pasca penyaluran program Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) dikarena adanya warga penerima yang membangun rumah melebih kapasitas anggaran yang didapat. \"Masyarakat itu membangun melebih jumlah barang yang dipesan, sehingga pembangunan tidak selesai. Memang ada beberapa warga yang belum menerima materialnya namun sudah dirapatkan di tingkat kecamatan dan disepakati antara warga dengan pihak toko akan diselesaikan tanggal 20 maret,\" terang Wijaya. Menurut pria yang disebut-sebut sebagai PPTK proyek ini, total anggaran yang diterima warga sebesar Rp 7,5 juta dengan sistem pembayaran dua tahap. Tetapi anggaran sama sekali tidak masuk ke rekening Bappeda karena dari Kemenpera langsung ditransfer ke rekening penerima. \"Karena mulai dari pendataan, pembentukan pendamping semua dilakukan kementerian, dengan kita hanya koordinasi saja karena program tersebut memang kita yang usulkan dari tahun 2012,\" ungkap Wijaya. Wijaya menolak dikatakan sebagai PPTK karena tidak memproses pencairan uang bedah rumah tersebut. \"Kita ini memfasilitasi karena memang kita yang usulkan program ini agar didapat Bengkulu Tengah. Tetapi kita bukan PPTK, karena tidak memproses uangnya,\" tutur Wijaya. Namun Wijaya enggan berkomentar terkait ada permainan antara toko dan pihak-pihak pendamping, sehingga barang-barang pesanan warga tidak kunjung didapat penerima, meskipun uangnya sudah ditrnasfer ke rekening pemilik toko bahan bangunan. \"Saya tidak berani berbicara itu, yang saya ketahui dananya dari rekening masyarakat langsung di-transfer ke rekening tokoh penyedia bahan material,\" ujarnya. Wijaya mengatakan, pemiliki toko sudah menyepakati akan menyelesaikan persoalan tersebut paling lambat tanggal 20 maret tahun ini. Jika nantinya tidak ada penyelesaikan, maka Bappeda akan mengembalikan perkara tersebut masyarakat untuk mengambil jalur hukum atau tidak. \"Di dalam surat pernyataannya mereka siap diproses hukum jika tidak memberikan material yang sudah dipesan,\" katanya. Sebelumnya, DPRD Benteng mencium adanya aroma penyelewengan dana dalam pelaksanaan program bedah rumah dari Kementerian Perumahan di Benteng tahun lalu. Sebab, hingga saat ini puluhan warga penerimah bantuan di Desa Pondok Kelapa Kecamatan Pondok Kelapa tidak dapat menyelesaikan pembangunan rumahnya karena material pembangunan yang tidak kunjung datang. \"Kita juga baru mendapati laporan ini, kita akan melakukan pengecekan kelapangan. Dan kita harapkan semuanya dapat terselesaikan sebab dini program tahun 2014 harusnya sudah selesaikan dan tidak menyisakan masalah,\" jelas anggota DPRD Komisi III, Indra Utama. Politisi Gerindra ini menyoroti adanya dugaan penyelewengan anggaran proyek karena banyak material tidak sesuai dengan pesanan masyarakat. Serta adanya pengurangan jumlah material yang diterimah oleh masyarakat terutama Desa Pondok Kelapa. \"Jika memang toko pemasok yang belum menyerahkan material kepada masyarakat kita harapkan pihak ketiga ini segera menyelesaikan kewajibannya sebab dana yang masuk kemasyarakat sudah dibayarkan,\" tegas Indra. (320)
Wijaya : Warga Bangun Lebihi Anggaran
Selasa 03-03-2015,12:30 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 12-03-2026,14:23 WIB
Bupati Mukomuko Lantik 80 Pejabat ASN, Berikut Daftar Lengkap Eselon III, IV dan Fungsional
Kamis 12-03-2026,12:41 WIB
Antisipasi Penimbunan Selama Ramadan, Unit Tipidter Polres BS Sidak Pasar Ampera
Kamis 12-03-2026,12:53 WIB
Dugaan Korupsi DD Bandar Agung Terus Didalami, Penyidik Turun Cek Pekerjaan Desa
Kamis 12-03-2026,13:44 WIB
Kesaksian di Sidang Tipikor, Bebby Hussy Disebut Dermawan, 20 Tahun Bantu Anak Disabilitas
Kamis 12-03-2026,15:00 WIB
Pilihan Minuman Takjil yang Ramah Gula Darah Saat Berbuka Puasa
Terkini
Kamis 12-03-2026,21:01 WIB
Pererat Silaturahmi, PT TLB Salurkan Ratusan Paket Sembako di Babatan, Air Kemuning dan Padang Ulak Tanjung
Kamis 12-03-2026,15:58 WIB
Tak Ada Tanggal Merah, Pj Sekda Bengkulu Tegaskan Etos Kerja 25 Jam bagi Pejabat Pemkot
Kamis 12-03-2026,15:51 WIB
Program Sedekah Nasi Bungkus, Pemkot Bengkulu Tebar Ribuan Nasi Bungkus Selama Ramadan
Kamis 12-03-2026,15:44 WIB
ASN Pemkot Bengkulu Wajib Lunas PKB dan PBB Jika Ingin Cairkan Gaji Ke-13
Kamis 12-03-2026,15:26 WIB