CURUP, BE- Kasus Gizi buruk di Kabupaten Rejang Lebong terus mengalami penurunan dari tahun ketahunnya. Berdasarkan data dimiliki Dinas Kesehatan kabupaten Rejang Lebong pada tahun 2014 lalu terjadi penurunan 3 kasus. \"Untuk tahun 2013 kita menemukan 16 kasus, dan pada tahun 2014 lalu tinggal 13 kasus lagi,\" ungkap Kepala Dinas Kesehatan Rejang Lebong Akhmad Juli S Sos SKM melalui Kabid Binkesmas, Syahfawi SKM, kemarin. Syahfawi mengatakan, pihaknya akan terus berusaha menurunkan kasus gizi buruk di Kabupaten Rejang Lebong. Bahkan pihaknya berupaya sehingga tidak ada lagi kasus gizi buruk di kabupaten Rejang Lebong kedepannya. \"Mengingat kasus gizi buruk ini bisa menyebabkan kematian pada anak, sehingga kita terus berupaya untuk menghilangkan kasus ini dari Rejang Lebong,\" tegas Syahfawi. Terkait dengan program yang tengah mereka lakukan dalam menekan dan menghapuskan kasus gizi buruk. Ia menjelaskan beberapa program telah mereka lakukan dan masih berlangsung hingga saay ini. Beberapa program tersebut diantaranya melakukan pendataan kasus gizi buruk, kemudian pemantauan pertumbuhan anak, serta pemeriksaan kadar yodium dengan melakukan pengecekan langsung di taman kanak-kanak hingga PAUD yang ada di kabupaten Rejang Lebong. \"Kegiatan tersbeut rutin kita lakukan, seperti saat ada kegiatan bakti sosial dan kegiatan Posyandu yang dilaksanakan setiap bulannya. Bahkan untuk mereka yang tidak datang ke Posyandu maka petugas yang akan mendatangi langsung kerumahnya,\" jelas Syahfawi. Lebih lanjut ia menjelaskan, dalam kegiatan Posyandu pihaknya akan memperhatikan pertumbuhan anak yang mengikuti Posyandu. Salah satu tanda anak akan terkena giji buru yaitu setelah dua kali mengikuti Posyandu timbangannya tidak mengalami kenaikan. Selain itu badan sang anak terlihat kurus bahkan tekadang hanya seperti kuli dan tulang lagi, perut membuncit dan mata cekung. Bila menemukan anak-anak yang memiliki tanda-tanda gizi buruk yang seperti yang ia jelaskan agar segera dibawa ke pelayananan kesehatan agar bisa diambil tindakan sesegera mungkin. \"Dengan cepatnya ditangani maka dampak yang akan terjadi bisa kita minimalisir, oleh karena itu bila menemukan anak-naka yang memiliki gejala gizi buruk untuk segera dibawa kepalayanan kesehatan,\" ajak Syahfawi.(251)
Gizi Buruk Terus Menurun
Senin 02-03-2015,14:50 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Rabu 08-07-2026,11:04 WIB
Tak Perlu Bingung Cari Promo Honda, Tanya AMANDA untuk Semua Informasi Motor Honda
Rabu 08-07-2026,15:22 WIB
Pemprov Bengkulu Kumpulkan Bos Tambang Batu Bara, Truk Over Tonase Jadi Sorotan
Rabu 08-07-2026,12:27 WIB
Gebyar Semarak Merah Putih Siap Digelar, UMKM, Job Fair hingga Pasar Murah Meriahkan HUT RI di Bengkulu
Rabu 08-07-2026,15:08 WIB
Pemkot Bengkulu Wajibkan Pemutaran Indonesia Raya Dua Kali Sepekan, Dilanjutkan Mars Kota Bengkulu
Rabu 08-07-2026,15:46 WIB
DLHK Siapkan 700 Bibit, Hutan Santri Segera Hadir di Pesantren Makrifatul Ilmi
Terkini
Kamis 09-07-2026,08:42 WIB
AKBP Aron Sebastian Resmi Pimpin Polres Bengkulu Selatan
Kamis 09-07-2026,08:39 WIB
Terlibat Pekelahian, Remaja di Bengkulu Selatan Tewas, Pelaku Masih Diburu
Rabu 08-07-2026,23:44 WIB
Tiga Bakal Calon Kembalikan Berkas, Perebutan Kursi Ketua PWI Bengkulu Mengerucut
Rabu 08-07-2026,23:38 WIB
Marsal Abadi Resmi Daftar Balon Ketua PWI Provinsi Bengkulu, Sukatno Balon DK
Rabu 08-07-2026,15:50 WIB